ID EN

Rispek, Ismed Sofyan Pilih Biarkan Falcao Unjuk Tendangan Salto di X Series 2

Senin, 19 Januari 2026 | 14:33

Penulis: Respaty Gilang

Ismed Sofyan
Ismed Sofyan.
Sumber: Antaranews

Laga X Series 2 yang digelar pada 17-18 Januari 2026, menyisakan banyak cerita, salah satunya momen ketika Ismed Sofyan memilih untuk tidak mengawal ketat legenda futsal dunia Falcao, yang akhirnya leluasa memperagakan tendangan salto di tengah pertandingan. Keputusan itu bukan tanpa alasan, melainkan bentuk rispek Ismed terhadap sosok besar yang pernah menguasai panggung futsal dunia.

Sebagai mantan bek dengan naluri bertahan tinggi, Ismed sejatinya memiliki kapasitas untuk menempel ketat Falcao. Namun dalam konteks X Series 2 yang digelar sebagai laga Fun Match, Ismed justru mengambil sikap berbeda. Ia membiarkan Falcao mengekspresikan kualitas terbaiknya di hadapan publik Indonesia, sesuatu yang jarang bisa disaksikan secara langsung.

X Series 2 sendiri mempertemukan mantan pemain profesional, legenda olahraga, hingga Figur Publik dalam format pertandingan hiburan. Meski berlabel fun match, atmosfer kompetitif sempat mencuat dan menuai sorotan netizen. Sejumlah pemain dinilai bermain terlalu ngotot, bahkan Falcao sempat mengalami benturan yang membuatnya mengalami cedera ringan.

Sorotan Netizen dan Konteks Fun Match

Reaksi publik di media sosial cukup beragam. Sebagian menyayangkan intensitas permainan yang dianggap melampaui batas hiburan, terlebih ketika melibatkan pemain legendaris yang sudah pensiun. Falcao, yang dikenal dengan gaya bermain atraktif dan minim kontak fisik, justru menjadi korban pelanggaran dalam laga tersebut.

Di tengah situasi itu, sikap Ismed Sofyan justru mendapat apresiasi. Keputusannya membiarkan Falcao melakukan salto dinilai mencerminkan pemahaman konteks pertandingan, sekaligus penghormatan terhadap legenda yang datang jauh-jauh ke Indonesia untuk berbagi pengalaman dan inspirasi.

Falcao sendiri bukan nama sembarangan. Ia dikenal sebagai salah satu pemain futsal terbaik sepanjang sejarah, dengan sederet gelar individu dunia, termasuk pemain terbaik futsal versi FIFA dan sederet trofi internasional bersama Brasil. Ciri khasnya adalah kreativitas, kontrol bola luar biasa, serta gol-gol akrobatik yang menjadi inspirasi generasi pemain futsal di berbagai negara.

Rispek Antar Legenda di Lapangan

Bagi Ismed, momen tersebut bukan soal kalah atau menang. Lebih dari itu, ia melihat X Series 2 sebagai panggung edukasi dan hiburan bagi publik, terutama anak muda pencinta Sepak Bola dan futsal.

“Saya sangat rispek sama Falcao bagaimana pun dia datang ke sini memberikan ilmu atau memberikan skill Sepak Bola futsal seperti apa. Dia gak main ngotot seperti yang kita lihat pemain lain," ucap mantan pemain Persija Jakarta itu saat ditemui usai laga.

Menurut Ismed, Falcao didatangkan ke laga tersebut untuk mempertontonkan skill individu yang dimilikinya. Meski pensiun tetapi sebagai mantan pemain Ismed mengaku menghormatinya.

"Jadi saya pikir bola yang kemarin dia salto saya pikir biarkan saja supaya dia bisa menunjukkan ke public bahwa dia masih mempunyai kualitas," jelasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keputusan Ismed bukanlah bentuk kelengahan, melainkan kesadaran penuh akan nilai sportivitas dan esensi fun match itu sendiri. Dalam satu momen sederhana, Ismed menunjukkan bahwa respek antar legenda bisa menjadi tontonan yang jauh lebih bermakna daripada sekadar duel fisik di lapangan.