Jalan Panjang Asia Menuju Piala Dunia 2026: Indonesia Siap Uji Nyali di Putaran Keempat
Rabu, 8 Oktober 2025 | 20:14
Penulis: Arif S

Sumber: Antara
Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia memasuki putaran keempat yang semakin seru. Mulai Rabu 8 Oktober - Selasa 14 Oktober 2025 waktu setempat, enam tim akan berjuang memperebutkan dua tiket ke Piala Dunia 2025 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dari laman resmi AFC, putaran keempat ini dibagi menjadi dua grup berisi tiga negara.
Grup A diisi Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Sementara Grup B terasa lebih “panas” karena dihuni Arab Saudi, Irak, dan Indonesia.
BACA JUGA
Irak Kubur Mimpi Timnas Indonesia Tampil di Piala Dunia 2026
Tumbang dari Arab Saudi, Peluang Indonesia Lolos Langsung ke Piala Dunia 2026 Menipis
Game Plan Dinilai Sudah Tepat, Tapi Kenapa Timnas Tetap Kalah? Ini Kata Pengamat!
Tim Garuda kembali melanjutkan petualangan bersejarahnya dalam kualifikasi kali ini, sesuatu yang belum pernah terjadi dalam sejarah sepak bola nasional modern.
Babak ini dibuka dengan duel Oman melawan Qatar di Stadion Jassim Bin Hamad, Rabu 8 Oktober pukul 22.00 WIB.
Lalu dini hari berikutnya, Kamis 9 Oktober, perhatian publik Tanah Air tentu tertuju pada laga Arab Saudi vs Indonesia di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah.
Pertandingan ini bukan sekadar adu taktik, tapi juga ujian mental bagi tim Garuda di markas salah satu raksasa Asia.
Petualangan belum berhenti di situ. Pada Minggu 12 Oktober dini hari, Uni Emirat Arab akan berhadapan dengan Oman pukul 00.15 WIB, diikuti laga Irak kontra Indonesia pukul 02.30 WIB.
Laga melawan Irak bisa saja menjadi penentu arah langkah Garuda berikutnya.
Putaran keempat akan ditutup pada Rabu 15 Oktober dengan laga Qatar vs Uni Emirat Arab pukul 00.00 WIB dan Arab Saudi vs Irak pukul 01.45 WIB.
Sistemnya sederhana, tapi tekanannya tinggi. Hanya juara grup yang berhak lolos ke Piala Dunia 2026.
Peringkat kedua masih punya kesempatan lewat putaran kelima, sementara tim di posisi terbawah harus mengucapkan selamat tinggal.
Bagi Indonesia, inilah tahap di mana mimpi besar diuji dengan kenyataan keras sepak bola Asia.
Tapi berbeda dengan masa lalu, kali ini Garuda datang dengan kepercayaan diri baru.
Banyak pemain yang sudah mencicipi kompetisi Eropa, membuat tim asuhan Pelatih Patrick Kluivert tak lagi sekadar “pelengkap grup”.
Di luar lapangan, dukungan publik begitu besar. Ini akan menjadi bahan bakar tambahan yang membakar semangat para pemain untuk berjuang hingga akhir.
Memang, jalan menuju Piala Dunia tidak pernah mudah. Tapi siapa tahu, kali ini sejarah berpihak pada Indonesia.(Antara)***










