Perang Transisi dan Bola Mati, Ujian Terbesar Persebaya Hadapi Malut United
Jumat, 9 Januari 2026 | 20:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Rizal Hanafi
Persebaya Surabaya tidak hanya bersiap menghadapi Malut United sebagai lawan di pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026. Mereka tengah mempersiapkan diri menghadapi dua senjata paling mematikan lawan: transisi menyerang cepat dan kekuatan bola mati.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares secara terbuka menyebut Malut United sebagai salah satu tim paling berbahaya di liga dalam memanfaatkan momen perubahan situasi permainan. Dalam sepak bola modern, fase transisi sering kali menentukan Hasil Pertandingan. Malut United dinilai Tavares sebagai salah satu yang terbaik di aspek tersebut.
“Saya setuju bahwa mereka adalah salah satu tim terbaik di liga, dalam transisi menyerang dan juga sangat kuat dalam bola mati,” ujar Tavares saat konpers menjelang pertandingan pekan ke-17 BRI Super League2025/2026 di Stadion GBT Surabaya, Jumat 9 Januari 2026.
BACA JUGA
Manajemen Malut United FC Kecam Keras Rasisme kepada Yance Sayuri usai Lawan Persib
Malik Risaldi Dapat Kepercayaan Tavares, Tapi Tetap Harus Bersaing di Persebaya
Persija Belum Pikirkan Persib, Mauricio Souza Tegaskan Fokus Penuh ke Persijap Jepara
Menurut Tavares, kunci utama bagi Persebaya adalah disiplin menjaga ruang, terutama di zona pertahanan sendiri. Sedikit kelengahan bisa berubah menjadi peluang berbahaya, mengingat Malut United memiliki pemain yang mampu menembak cepat dari luar kotak penalti maupun mengirimkan umpan silang presisi.
“Jika kami memberi terlalu banyak waktu dan ruang, mereka akan mengambil keputusan terbaik. Itu yang harus kami hindari,” ucapnya.
Ancaman Malut United tidak hanya pada kecepatan transisi, tetapi juga koneksi antarpemain yang telah terbangun lama. Tavares secara khusus menyoroti lini depan mereka yang dinilai memiliki chemistry kuat dalam menjalankan kombinasi cepat.
“Ketiga pemain itu memiliki koneksi yang sangat baik dan mudah melakukan kombinasi langsung,” katanya.
Namun menurut pelatih asal Portugal itu, kekuatan Malut United bukan hanya terpusat pada tiga atau empat nama saja. Justru kolektivitas tim menjadi faktor utama yang membuat mereka konsisten merepotkan lawan.
“Mereka bukan hanya tiga atau empat pemain. Mereka bermain sebagai satu tim dengan 11 pemain,” ungkapnya.
Dari kubu Persebaya, kapten tim Bruno Moreira mengakui kualitas lawan, tetapi menegaskan tim tuan rumah tidak gentar. Bermain di kandang sendiri menjadi modal penting untuk menghadapi salah satu tim paling stabil musim ini.
“Kami tahu mereka punya pemain-pemain berkualitas dan bukan lawan yang mudah, tetapi kami juga memiliki tim yang bagus di sini,” kata Bruno.
Bruno menekankan kesiapan mental dan kepercayaan diri menjadi faktor krusial agar Persebaya bisa mengimbangi intensitas permainan Malut United, terutama dalam fase-fase krusial pertandingan.
“Kami percaya pada diri kami sendiri. Kami siap bertarung dan berharap bisa mendapatkan hasil positif di kandang,” katanya.
Ia juga menyadari dukungan penuh dari tribun Stadion Gelora Bung Tomo bisa menjadi pembeda dalam laga yang diprediksi berjalan ketat tersebut. Kehadiran suporter memberi energi berbeda di lapangan.***










