Ujian Kelas Dunia untuk Janice Tjen, Dari Auckland ke Hobart yang Penuh Bintang
Kamis, 8 Januari 2026 | 16:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/Nova Wahyudi
Musim 2026 belum benar-benar memberi ruang bernapas bagi Janice Tjen. Setelah langkahnya terhenti di ASB Classic Auckland baik di sektor tunggal maupun ganda, petenis putri Indonesia itu langsung masuk ke WTA 250 Hobart International di Tasmania.
Turnamen ini merupakan pemanasan Australian Open, ujian bagi pemain yang ingin mengukur diri di level tertinggi.
Janice berpasangan dengan Caty McNally, sejatinya dijadwalkan tampil di semifinal ganda Auckland melawan unggulan kedua Kristina Mladenovic/Guo Hanyu. Namun, laga itu tak pernah terjadi.
BACA JUGA
Sapu Bersih Emas Beregu, Tenis Indonesia Bangkit di SEA Games 2025
Janice Tjen Juara WTA Guangzhou, Simbol Kebangkitan Tenis Indonesia di Dunia
Nominasi WTA Award 2025: Janice Tjen, Petenis Muda Indonesia yang Melesat ke Panggung Dunia
Dikutip dari laman resmi WTA, pertandingan semifinal tersebut dimenangi secara otomatis Mladenovic/Guo dengan Janice/Caty walkover.
Di sektor tunggal, Janice juga harus tersingkir lebih awal. Unggulan keenam itu kalah dalam laga tiga set ketat melawan Sonay Kartal, 1-6, 7-6(4), 3-6. Hasil itu menutup perjalanannya di Selandia Baru.
Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu kemudian masuk dalam undian utama WTA 250 Hobart. Turnamen ini akan berlangsung pada 12–17 Januari 2026.
Di sana, Janice akan berada di lapangan yang sama dengan Elise Martens, juara bertahan dua kali di Hobart (2017, 2018) dan finalis dua edisi terakhir.
Petenis Belgia itu memiliki catatan 22-4 di turnamen ini dan menjadi unggulan teratas.
Tak hanya itu, Hobart tahun ini juga akan menjadi panggung bagi juara US Open 2021 Emma Raducanu, dan Barbora Krejcikova, juara Roland Garros 2021 dan Wimbledon 2024.
Raducanu merupakan petenis dengan peringkat tertinggi kedua di undian, di posisi ke-29 dunia.
Artinya, Hobart bukan sekadar turnamen berikutnya bagi Janice, melainkan uji kelas dunia.
Namun, Janice datang bukan tanpa modal. Di sektor ganda, ia akan berpasangan dengan Katarzyna Piter. Duet ini memenangkan gelar WTA 250 Guangzhou pada Oktober 2025. Chemistry mereka sudah terbukti di level tur.
Selain Janice, Indonesia juga diwakili Aldila Sutjiadi. Ia kembali berpasangan dengan Giuliana Olmos di sektor ganda, kombinasi berpengalaman di lapangan cepat.
Bagi Janice, perjalanan dari walkover di Auckland ke panggung penuh bintang di Hobart adalah potret nyata hidup di level WTA Tour. Tidak ada jeda panjang untuk menyesali hasil, karena tantangan berikutnya selalu menunggu.










