Pencak Silat Unjuk Gigi di Asian Youth Games 2025, 14 Negara Siap Berlaga!
Rabu, 24 September 2025 | 13:06
Penulis: Pudila

Sumber: ANTARA
Tahun ini, gelanggang olahraga remaja Asia bakal terasa lebih “berjiwa Nusantara.” Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pencak silat resmi dipertandingkan di ajang Asian Youth Games (AYG) 2025 yang digelar di Bahrain.
Sebanyak 14 negara sudah memastikan diri ambil bagian: tuan rumah Bahrain, disusul Kamboja, Indonesia, India, Iran, Kazakhstan, Kirgistan, Malaysia, Pakistan, Filipina, Singapura, Thailand, Tajikistan, dan Uzbekistan.
Seni Bela Diri, Semangat yang Menyatu
Bagi Indonesia, kehadiran pencak silat di AYG bukan sekadar kompetisi, ini langkah bersejarah. Seni bela diri tradisional yang lahir dari tanah air ini akhirnya mendapat panggung di level Asia untuk para atlet muda berusia 14–17 tahun.
BACA JUGA
Usai Lewati 8 Jam Pertarungan, Sean Gelael Menutup Musim WEC 2025 dengan Gengsi
Pencak Silat Unjuk Gigi di ISG Riyadh 2025: Dari Warisan Nusantara ke Panggung Dunia
Debut Bersejarah Atlet Indonesia di Balap Unta Asian Youth Games 2025
Ada tiga nomor yang dipertandingkan, antara lain Putra 51–55 kg, Putra 59–63 kg, dan Putri 51–55 kg. Lebih dari sekadar laga, kehadiran pencak silat membawa cerita: tentang disiplin, filosofi tubuh dan jiwa, serta keindahan gerak yang berakar pada budaya Nusantara.
Jadwal dan Ekspansi Olahraga
Pertandingan pencak silat dijadwalkan berlangsung lebih awal, 19–20 Oktober, mendahului pembukaan resmi AYG 2025 pada 22–31 Oktober di Bahrain. Menariknya, tahun ini panitia menambah dua cabang olahraga baru — pencak silat dan kurash — sehingga total menjadi 26 cabang olahraga. Langkah ini sekaligus memperluas spektrum olahraga Asia dan membuka peluang bagi warisan budaya seperti silat untuk dikenal lebih luas.
Harapan dari Bahrain
Ketua Komite Eksekutif AYG 2025, Yusuf Duaij, menyambut baik kehadiran cabang silat. Dalam pertemuannya dengan Pelatih Kepala Pencak Silat Indonesia, Teddy Suratmadji, dan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bahrain, ia menyebut silat sebagai “cabang yang membawa warna baru dan semangat budaya Asia yang otentik.”
Dari Lintasan ke Panggung Dunia
Bagi para pecinta olahraga dan perjalanan, Asian Youth Games kali ini bukan cuma soal angka dan medali. Di antara panasnya Bahrain dan sorak-sorai tribun muda Asia, ada cerita tentang warisan budaya Indonesia yang kini menari di panggung internasional.
Pencak silat telah menempuh perjalanan panjang dari gelanggang kampung ke gelanggang dunia — dan di AYG 2025, ia siap memperlihatkan satu hal yang tak pernah luntur: keanggunan dalam kekuatan.
Sumber: ANTARA










