ID EN

Pantai Pangandaran Masih Favorit, Inilah Deretan Destinasi Nataru di Jabar

Sabtu, 27 Desember 2025 | 12:00

Penulis: Arif S

Pesisir pantai barat Kabupaten Pangandaran
Dok. Pengunjung memadati pesisir pantai barat Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Sumber: Antara/Adeng Bustomi

Di akhir tahun, Jawa Barat selalu berubah menjadi ruang bergerak raksasa. Jalan-jalan utama dipenuhi kendaraan dan kawasan wisata hidup nyaris tanpa jeda. Pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, skala pergerakan ini mencapai salah satu titik tertingginya.

Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat memprediksi sebanyak 21,2 juta orang melakukan perjalanan di periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dari jumlah itu mayoritasnya sekitar 60 persen perjalanan wisata.

“Dari 21,2 juta orang yang akan bepergian itu, sekitar 60 persen untuk berwisata, kemudian 35,1 persen mudik, dan 4,1 persen silaturahmi tidak mudik. Sisanya 0,8 persen untuk alasan lainnya termasuk bekerja,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar di Bandung, Jumat, 26 Desember 2025.

Angka itu menjelaskan satu hal penting, Pariwisata bukan aktivitas sampingan, melainkan denyut utama akhir tahun di provinsi ini. 

Masyarakat bergerak keluar dari kota-kota besar menuju lanskap-lanskap yang menawarkan jeda dari rutinitas seperti gunung dan tpantai.

Di ANTARA seluruh pilihan itu, Pantai Pangandaran kembali menempati posisi paling atas. Garis pantainya yang panjang, ombak Samudra Hindia, serta karakter destinasi mudah diakses menjadikannya ruang kolektif bagi jutaan orang untuk menutup satu tahun dan menyambut tahun baru.

Dhani mengungkapkan, kawasan Pangandaran akan menjadi favorit dengan prediksi dikunjungi 2.069.438 orang, disusul Kota Bandung (2.055.710 orang), Kawasan Puncak (1.652.814 orang), dan Lembang (904.535 orang).

Pilihan wisatawan ke Pangandaran mencerminkan kecenderungan wisata yang semakin berorientasi pada pengalaman alam terbuka, ruang luas, cahaya alami, dan ritme lebih lambat dibandingkan kota.

Pergerakan masif ini sekaligus mengubah wajah infrastruktur dan manajemen perjalanan di Jawa Barat. Moda transportasi pribadi mendominasi, jalur wisata diawasi ketat, dan ritme kota disesuaikan dengan arus manusia yang datang dan pergi.

Pantai Pangandaran, dalam konteks ini, bukan sekadar tujuan, melainkan semacam ritual geografis, tempat orang dari berbagai penjuru Jawa Barat berkumpul, menutup satu siklus waktu sebelum memulai yang berikutnya.(Antara)

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!