ID EN

Tegas! FIFA Beri Sanksi Malaysia atas Pemalsuan Dokumen Naturalisasi

Selasa, 7 Oktober 2025 | 11:25

Penulis: Respaty Gilang

FIFA
FIFA beri sanksi Malaysia terkait pemalsuan dokomen naturalisasi.
Sumber: Antaranews

Komite Disiplin FIFA telah menjatuhkan hukuman berat kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) karena terbukti menggunakan dokumen palsu dalam proses naturalisasi tujuh pemain asing yang sempat memperkuat tim nasionalnya. Keputusan sanksi bernomor FDD-24394, tertanggal 6 Oktober 2025, menyebut FAM melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA tentang pemalsuan dokumen.

“Persatuan Sepak Bola Malaysia dan para pemain Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazagamun Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano dinyatakan bertanggung jawab telah melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (Pemalsuan) karena menggunakan dokumen palsu dan/atau dipalsukan dalam proses persidangan FIFA,” tulis keputusan tersebut, dikutip di Jakarta, Selasa, 7 Oktober 2025.

Federalitas ini harus membayar denda 350.000 franc Swiss (sekitar Rp 7,3 miliar) kepada FIFA. Sementara itu, masing-masing dari ketujuh pemain mendapat sanksi denda 2.000 franc Swiss (sekitar Rp 41,8 juta) dan larangan bermain di semua aktivitas sepak bola selama 12 bulan. Hukuman ini berlaku sejak tanggal pemberitahuan resmi dari FIFA. 

Temuan dan Proses Investigasi

Investigasi Komite Disiplin FIFA menemukan adanya perubahan dokumen kelahiran para nenek moyang para pemain, yang awalnya diklaim lahir di Malaysia agar memenuhi persyaratan kelayakan tim nasional. Dokumen tersebut didalami melalui proses verifikasi yang melibatkan akta kelahiran asli dari negara asal para leluhur pemain, termasuk Argentina, Spanyol, dan Belanda. Hasilnya menunjukkan banyak klaim yang tidak sesuai kenyataan. 

Kasus ini mencuat setelah Malaysia melawan Vietnam dalam pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027 tanggal 10 Juni 2025, yang kemudian memicu aduan terkait kelayakan beberapa pemain naturalisasi. 

Untuk pertahanan, FAM menyebut bahwa mereka telah melakukan verifikasi melalui Departemen Pendaftaran Nasional (NRD) Malaysia dan mengklaim tidak mengetahui bahwa dokumen yang diajukan adalah palsu. Namun FIFA menolak klaim bahwa ini semata kesalahan administrasi, menyebut bahwa ada upaya yang merusak integritas kompetisi internasional.

Dampak dan Perspektif Global

Sanksi ini bukan hanya soal hukuman finansial atau skorsing, tetapi juga cerminan betapa pentingnya integritas dalam sepak bola profesional. Federasi seperti FAM, pemain, dan ofisial harus memahami bahwa regulasi FIFA tidak bisa diabaikan — klaim kewarganegaraan dan dokumen administratif harus transparan, akurat, dan sesuai standar internasional.

Bagi pencinta sepak bola premium dan pengamat olahraga internasional, kasus ini menjadi studi penting, bagaimana regulasi, identitas, dan etika bersinggungan dalam konteks global. Ini juga memperkuat bahwa olahraga bukan hanya soal teknik dan kekuatan, tetapi juga soal kemungkinan reputasi hancur jika satu elemen etika dilanggar.