ID EN

FIFA Komitmen Bangkitkan Kembali Sepak Bola Palestina di Gaza

Rabu, 15 Oktober 2025 | 09:58

Penulis: Respaty Gilang

Presiden FIFA, Gianni Infantino
Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Sumber: Antaranews

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa olahraga sepak bola tak hanya soal pertandingan, tapi juga tentang harapan. Ia berkomitmen penuh membantu membangun kembali infrastruktur sepak bola di Gaza, yang porak-poranda akibat konflik.

“Kami akan membantu membangun kembali semua fasilitas sepak bola di Gaza, menghidupkan kembali sepak bola bersama Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA), dan menciptakan peluang bagi anak-anak melalui permainan ini," ujar Infantino yang dikutip dari Aljazeera pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Pernyataan itu disampaikan Infantino di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gaza di Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin, 13 Oktober 2025. Ia menjadi salah satu dari lebih dari 20 pemimpin dunia yang hadir membahas masa depan Gaza pascaperang.

"Sangat penting bagi FIFA untuk hadir di sini, mendukung, membantu, memastikan proses perdamaian ini benar-benar terwujud," lanjutnya.

Infantino menegaskan bahwa FIFA akan terlibat langsung dalam pemulihan sepak bola Palestina, mulai dari membangun kembali stadion dan akademi muda hingga menghadirkan kompetisi baru di wilayah tersebut.

Tak berhenti di situ, FIFA juga menyiapkan dana khusus untuk proyek-proyek seperti pembangunan lapangan baru, pelatihan pelatih muda, dan pengembangan program usia dini.

“Peran sepak bola adalah untuk mendukung, menyatukan, dan memberikan harapan,” kata Infantino.

Langkah konkret yang disiapkan FIFA mencakup pembangunan mini-pitches dan “FIFA Arenas” fasilitas multifungsi untuk pertandingan, latihan, hingga kegiatan komunitas. FIFA juga akan menggandeng berbagai mitra global untuk turut serta dalam inisiatif ini.

“Sepak bola membawa harapan bagi anak-anak, dan itu sangat, sangat penting,” tegas Infantino.

Namun di tengah langkah solidaritas ini, Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) kembali menyerukan agar FIFA menangguhkan keanggotaan Israel. PFA menuding adanya diskriminasi dan keterlibatan klub-klub Israel yang bermain di wilayah Palestina yang diduduki.

Isu ini bukan hal baru. Tahun lalu, Komite Disiplin FIFA sempat diminta meninjau tuduhan tersebut, namun keputusan akhirnya ditunda dan diserahkan ke Dewan FIFA.

Bulan ini, Wakil Presiden FIFA Victor Montagliani mengaku bahwa prosesnya masih berjalan.

“Sejujurnya, saya tidak tahu sejauh mana prosesnya. Saya tahu hal ini ada di departemen hukum, tetapi belum ada analisis yang selesai,” ujarnya.

“Bila nanti sudah siap diajukan ke dewan, kami akan meninjaunya dan mengambil keputusan yang diperlukan.”

Dengan inisiatif baru ini, FIFA berharap sepak bola bisa menjadi bahasa perdamaian di Gaza, bukan sekadar permainan, tapi simbol bahwa harapan masih bisa tumbuh, bahkan di tengah reruntuhan.