Singapura Membangun Wajah Baru Pariwisata Lewat Hotel Mewah di Lokasi Premium
Jumat, 26 Desember 2025 | 17:30
Penulis: Arif S

Sumber: Pixabay
Di balik skyline Singapura yang terus bertambah tinggi, sebuah perubahan senyap sedang berlangsung dalam industri pariwisatanya. Kota ini bukan sekadar menambah jumlah hotel, tetapi sedang mengubah karakternya, dari destinasi urban efisien menjadi panggung pengalaman premium.
Riset terbaru dari DBS Group Research menunjukkan pasokan hotel di Singapura akan terus bertambah sekitar 3,7% pada 2026 hingga 2027.
Tambahan ini bukan berskala kecil. Dua proyek raksasa menjadi tulang punggung ekspansi tersebut. Resorts World Sentosa menambah sekitar 700 kamar pada Oktober 2025.
BACA JUGA
Menginap di Ketinggian 377 Meter, Pesona Hotel Tertinggi di Dunia di Dubai
Singapura Perketat Gerbang Kedatangan, Aturan Baru Penumpang Pesawat Berlaku 2026
Rahasia Menikmati Hotel Mewah: Cara Memaksimalkan Fasilitas Hotel Bintang Lima
Sementara itu, kawasan Liang Court yang tengah dikembangkan ulang diperkirakan akan menghadirkan lebih dari 1.000 kamar baru dan mulai beroperasi pada awal 2027.
Menariknya, kamar-kamar baru ini tidak ditujukan untuk pasar massal. Arah pengembangan jelas menyasar segmen atas.
Melansir Singapore Business Review, Selasa 23 Desember 2025, DBS melaporkan sebagian besar kamar baru tersebut menyasar segmen atas. Sekitar separuhnya diposisikan sebagai Hotel Mewah.
Lokasinya mencerminkan strategi itu. Hampir setengah dari pasokan baru berada di jantung kota.
Tak hanya itu, hampir 50% dari tambahan kamar tersebut berada di kawasan pusat Bisnis atau central business district (CBD), area yang selama ini menjadi magnet bagi wisatawan Bisnis maupun pelancong premium.
Bagi pelancong, ini berarti Singapura semakin menawarkan pengalaman urban kelas dunia. Hotel-hotel baru yang berdiri dekat distrik finansial, pusat seni, tepi sungai, dan pusat belanja, memungkinkan wisatawan menikmati kota tanpa harus jauh berpindah lokasi. Bagi industri, ini adalah pertaruhan besar bahwa wisatawan premium akan terus datang.
Meski pasokan terus bertambah, kinerja hotel di Singapura diperkirakan tetap positif. DBS memperkirakan pendapatan per kamar atau revenue per available room (RevPAR) akan tumbuh sekitar 2% secara tahunan pada 2026.
Menariknya, pertumbuhan ini tidak digerakkan lonjakan Harga tetapi ditopang tingkat hunian lebih tinggi, bukan karena kenaikan harga kamar. Untuk tarif kamar, DBS menilai harganya cenderung stabil dari tahun ke tahun.
Hal itu sejalan dengan tambahan pasokan hotel yang diperkirakan naik sekitar 1,2% pada 2026, sehingga persaingan harga diprediksi tetap terkendali.
Dengan kata lain, wisatawan mendapatkan lebih banyak pilihan tanpa harus membayar jauh lebih mahal.
Dari sisi permintaan, jumlah wisatawan yang datang ke Singapura diproyeksikan meningkat sekitar 3% hingga 4% pada tahun mendatang.
Meski Dewan Pariwisata Singapura belum merilis proyeksi resmi untuk 2026, tren Pemulihan Pariwisata dinilai masih cukup kuat. DBS optimistis lonjakan Kunjungan Wisatawan akan menyerap kamar-kamar baru yang masuk ke pasar.
Bagi pelancong, semua ini adalah kabar baik. Singapura tidak hanya menawarkan lebih banyak tempat menginap, tetapi pengalaman menginap yang semakin beragam dan berkelas.***










