ID EN

Lari Menyusuri Pantai dan Merawat Alam: Kuta Run 2026 sebagai Simbol Wisata Olahraga 

Rabu, 24 Desember 2025 | 17:00

Penulis: Arif S

Pantai Kuta tuan rumah Kuta Run 2026
Pantai Kuta tuan rumah Kuta Run 2026.
Sumber: Antara/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Saat fajar masih menggantung rendah di atas Samudra Hindia di hari H nanti, ribuan pelari akan memulai langkah mereka dari salah satu pantai paling ikonik di dunia. Pantai Kuta di Kabupaten Badung, Bali akan menjadi tuan rumah Kuta Run 2026, panggung bagi olahraga, pariwisata, dan kepedulian lingkungan.

Pantai Kuta di Kabupaten Badung, Bali, menjadi tuan rumah ajang kompetisi lari internasional dengan tiga kategori yaitu 5km, 10km dan 21km atau setengah maraton.

Ajang ini menawarkan sensasi berlari di tepi pantai tanpa hiruk-pikuk lalu lintas, melintasi desa-Desa Wisata yang selama ini menjadi denyut nadi Pariwisata Bali.

“Ada sensasi lari pinggir pantai, tanpa merasakan kepadatan lalu lintas di Kuta," ujar Ketua Panitia Kuta Run 2026 Emmy Kalsum di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa.

Lomba ini dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari 2026 mulai pukul 04.00 WITA melintasi tempat wisata terkenal di Bali yaitu Desa Kuta, Seminyak dan Legian.

Bukan sekadar lomba, Kuta Run dirancang sebagai sebuah perayaan lintas sektor, memadukan olahraga dengan budaya dan Konservasi.

Ia menjelaskan pihaknya telah mengantongi rekomendasi dari pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bali untuk melaksanakan ajang lomba lari perdana yang digabungkan dengan ajang budaya dan pelestarian lingkungan di Kuta.

Untuk memastikan keamanan dan kelayakan rute, panitia telah melakukan simulasi lintasan bersama para atlet.

Dukungan datang dari berbagai pihak.

Ajang tersebut juga sudah mendapat lampu hijau dari kepolisian, Dinas Perhubungan dan pemerintah desa setempat.

Sehari sebelum lomba, para peserta dan panitia akan diajak menengok sisi lain Bali — yang tenang, rapuh, dan perlu dijaga.

Kuta Run 2026 tak hanya menjadi magnet bagi pelari lokal dan nasional, tetapi juga bagi komunitas lari global.

Tak hanya pelari dari Bali dan nasional, ajang lari itu juga diikuti peserta dari mancanegara di antaranya dari Inggris dan Rusia.

Dari sisi industri pariwisata, ajang ini dipandang sebagai strategi penting memperkuat posisi Bali sebagai destinasi Sport Tourism.

Sementara itu, Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung Komang Alit Ardana mendukung ajang kompetisi lari tersebut.

“Kami tidak henti mempromosikan daerah di tengah persaingan dengan kompetitor di negara kawasan," kata Alit Ardana.

Meski berlangsung sekitar satu bulan mendatang, namun pemesanan tiket sudah dibuka dengan harga tiket lomba lari mulai Rp400 ribu untuk kategori lima kilometer hingga Rp1.150.000 untuk kategori terbuka 21 kilometer.***