ID EN

Kejuaraan Dunia Foto dan Video Bawah Laut 2026 Siap Ledakkan Sport Tourism Indonesia

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:25

Penulis: Arif S

Pemandangan bawah laut
Pemandangan indah bawah laut.
Sumber: Envato

Di perairan tenang utara Bali, cahaya matahari menembus permukaan laut dan memantul pada Terumbu Karang warna-warni. Di Pemuteran, lensa bawah laut dunia akan berkumpul pada 5-11 Oktober 2026 dalam Kejuaraan Dunia Underwater Photo and Video.

Ajang ini diproyeksikan bukan hanya sebagai kompetisi, melainkan katalis baru bagi Pariwisata Indonesia.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, melihat potensi besar di balik riak ombak tersebut.

"Kejuaraan ini sangat erat dengan pariwisata, saya minta Pak Ketua Umum (Pengurus Besar Persatuan Olahraga Senam Seluruh Indonesia/PB POSSI Makhruzi Rahman) berkolaborasi dengan Menteri Pariwisata," ujar Marciano dalam pertemuan dengan jajaran pengurus PB POSSI di Jakarta, Senin.

Dukungan itu menegaskan Sport Tourism sebagai jembatan antara prestasi olahraga dan pertumbuhan ekonomi lokal. 

Marciano mengapresiasi langkah PB POSSI yang mampu meyakinkan komunitas selam internasional untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah.

Baginya, kejuaraan ini juga menyentuh sektor perhotelan hingga usaha kecil di sekitar lokasi kegiatan, membuka peluang bagi masyarakat pesisir untuk terlibat langsung dalam denyut ekonomi global.

Ketua Umum PB POSSI, Makhruzi Rahman, menyebut persiapan internal telah dimulai, termasuk melalui Rapat Kerja Nasional POSSI yang diikuti 28 dari total 34 pengurus provinsi.

Momentum ini memperlihatkan konsolidasi organisasi menyambut panggung dunia.

Tak hanya kejuaraan dunia, PB POSSI juga akan menggelar Piala Asia Underwater Honey pada Agustus di Bogor, Jawa Barat.

Kejuaraan ini diproyeksikan melibatkan 500 peserta dari 12 negara. 

Rangkaian agenda ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat aktivitas olahraga bawah air di kawasan.

Langkah tersebut sejalan dengan visi Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang mendorong pengembangan pariwisata berbasis olahraga (sport tourism).

Menurut Erick, Indonesia memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya digarap.

"Selama ini kita dikenal dengan kekayaan alam sebagai objek wisata, padahal kondisi alam tersebut juga bisa kita jadikan arena olahraga," katanya.

Pernyataan itu terasa relevan di Pemuteran, wilayah yang dikenal dengan Konservasi Terumbu Karang dan kejernihan lautnya. 

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!