ID EN

Sumardji Mundur dari Jabatan Manajer Timnas Indonesia Usai Gagal di SEA Games 2025

Rabu, 17 Desember 2025 | 06:11

Penulis: Arif S

Endri Erawan dan Sumardji
Anggota Komite Eksekutif PSSI (Exco PSSI) Endri Erawan dan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji.
Sumber: Antara/Zaro Ezza Syachniar

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji resmi memutuskan mundur dari jabatannya sebagai manajer tim Indonesia semua kelompok umur. Keputusan ini diambil setelah tugas terakhirnya di SEA Games 2025 Thailand berakhir tanpa medali, hasil yang meninggalkan kekecewaan mendalam bagi publik Sepak Bola nasional.

Indonesia datang ke SEA Games 2025 dengan status juara bertahan, namun perjalanan Garuda Muda justru terhenti sangat cepat. Tim Merah Putih gagal menembus semifinal dan gugur di fase grup. Ini menjadi catatan pahit kegagalan pertama lolos ke semifinal sejak edisi 2009.

Dalam jumpa pers di Menara Mandiri II, Jakarta, Selasa 16 Desember 2025, Sumadji menyampaikan keputusannya untuk mundur dari peran manajer tim di semua level usia.

“Saya akan menyerahkan tugas dan tanggung jawab saya sebagai manajer timnas, baik senior dan juga kelompok umur termasuk manajer timnas SEA Games,” ujar Sumardji.

Ia menyerahkan tugas dan tanggung jawab yang diembannya emban selama ini kepada Ketua Umum PSSI.  

Meski melepas jabatan manajer, Sumardji menegaskan dirinya tidak meninggalkan PSSI. Ia akan memusatkan energi dan perhatiannya pada peran strategis sebagai Ketua BTN.

Menurutnya, posisi ini menuntut fokus dan kerja ekstra di tengah situasi yang sedang tidak ideal. Ia menyebut timnas senior maupun kelompok umur, kecuali U-17 mengalami sesuatu yang memang memerlukan kerja ekstra dan fokus.

Sumardji juga tak menutupi rasa kecewanya atas kegagalan tim Garuda Muda di SEA Games 2025, terlebih karena Indonesia tersingkir di fase grup. 

Sebagai manajer, ia merasa memiliki tanggung jawab moral kepada publik yang berharap banyak pada tim ini.

Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia atas hasil yang jauh dari harapan, termasuk kegagalan mengulang prestasi emas seperti di SEA Games 2023 Kamboja.

“Sekali lagi saya minta maaf sebesar-besarnya, dan saya akan berusaha di badan timnas untuk bisa lebih baik lagi memperbaiki situasi yang ada sekarang ini,” katanya.

Ketika ditanya apakah keputusannya mundur juga berkaitan dengan kegagalan timnas senior Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026, Sumardji menegaskan langkah tersebut telah dipertimbangkan secara matang dan tidak diambil secara emosional.

Ia menambahkan bahwa tanggung jawab seorang manajer timnas tidak hanya soal teknis di lapangan, tetapi juga mencakup banyak aspek kecil yang berdampak besar pada prestasi jangka panjang.***