Prabowo Tegaskan Jangan Ada Budaya 'Wisata Bencana' di Tengah Penanganan Krisis
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Fathur Rochman
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan peringatan tegas kepada jajaran pejabat dan tokoh publik agar tidak menjadikan lokasi bencana sebagai panggung pencitraan. Ia menyoroti Prabowo menyoroti fenomena pejabat yang datang ke daerah terdampak bencana hanya untuk mengabadikan momen, tanpa kontribusi nyata bagi korban di lapangan.
Kepala Negara menekankan kehadiran pejabat di lokasi bencana harus dilandasi tujuan membantu, bekerja, dan menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat. Ia dengan lugas menolak aktivitas yang disebutnya sebagai budaya “wisata bencana”.
"Saya mohon, jangan pejabat-pejabat, tokoh-tokoh datang ke daerah bencana hanya untuk foto-foto dan untuk dianggap hadir, ya. Mohon sebaliknya. Kita tidak mau ada budaya wisata bencana. Jangan. Kalau datang, benar-benar harus ada tujuan untuk membantu mengatasi masalah," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin.
BACA JUGA
Persija Lelang Jersey Bertanda Tangan Skuad untuk Bantu Korban Bencana di Sumatera
Raffi Ahmad Tebus Jersey Jay Idzes Rp125 Juta, Solidaritas Sepak Bola untuk Bencana Sumatera
Ribuan Pelari Mandalika Last Sunday Run Galang Donasi untuk Korban Banjir Sumatra
Menurut Prabowo, kecenderungan wisata bencana bukan hanya tidak elok untuk dipertontonkan, tetapi juga melukai empati terhadap rakyat yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Ia meminta peninjauan ke lokasi bencana dilakukan pimpinan yang memang memiliki tugas, kewenangan, dan portofolio relevan dengan penanganan krisis tersebut.
Presiden juga mengingatkan pejabat agar tidak menjadikan masyarakat sebagai objek di lokasi bencana.
Kehadiran negara, kata Prabowo, seharusnya menghadirkan solusi konkret, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga membuka akses yang terputus.
"Saya lihat ada kecenderungan wisata bencana, ini tidak bagus. Ya, rakyat di situ jangan dijadikan objek. Kita datang ke situ untuk benar-benar ingin mencari masalah, melihat kesulitan, dan bertindak. Kita lihat di sini kurang air bersih, apa tindakannya? Di situ kurang BBM, masih terisolasi, bagaimana tindakannya? Dan sebagainya itu," kata Prabowo.
Di tengah kritik tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para menteri, wakil menteri, kepala badan dan lembaga, hingga direktur utama BUMN strategis seperti PLN dan Pertamina, yang ditemuinya saat melakukan kunjungan kerja ke tiga provinsi terdampak bencanal, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Presiden mengapresasi soliditas lintas lembaga dalam penanganan bencana. Ia menilai kerja sama TNI, Polri, BNPB, Basarnas, Tim SAR Gabungan, serta Kementerian Pekerjaan Umum menjadi fondasi penting dalam mempercepat evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan infrastruktur.
Relawan yang bekerja bersama masyarakat di lapangan juga mendapat perhatian khusus dari Prabowo. Ia mengapresiasi peran mereka dalam membantu proses evakuasi, penyaluran bantuan, hingga membuka kembali akses yang sempat terputus akibat bencana.
Menutup arahannya, Prabowo mengajak seluruh pihak untuk menanggalkan ego dan kepentingan sempit di tengah situasi darurat. Fokus utama, adalah kerja nyata dan solidaritas.(Antara)










