ID EN

Bonus Peraih Emas SEA Games 2025 Rp1 Miliar, Berapa Besaran Medali Perak dan Perunggu?

Selasa, 16 Desember 2025 | 10:54

Penulis: Arif S

Medali Sea Games 2025
Medali Sea Games 2025.
Sumber: Antaranews

Di tengah sorotan publik atas kenaikan bonus medali emas, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan pembahasan untuk peraih perak dan perunggu masih dalam tahap kalkulasi. Besaran bonus bagi atlet peraih medali perak dan perunggu SEA Games 2025 masih belum diputuskan. 

“Belum, nanti kita diskusikan. Tapi pasti ya emas itu kan udah satu (Rp1 miliar),” ujar Erick dalam keterangannya kepada wartawan di Bangkok, Senin 15 Desember 2025 malam. 

Pernyataan ini menegaskan fokus utama pemerintah saat ini masih tertuju pada apresiasi tertinggi bagi peraih emas.

Erick menjelaskan dalam konteks SEA Games, ukuran keberhasilan utama yang digunakan pemerintah adalah jumlah medali emas, bukan total perolehan medali. 

Karena itu, kebijakan bonus pun disusun dengan menempatkan emas sebagai prioritas utama dalam sistem penghargaan atlet nasional.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberi arahan agar bonus atlet peraih emas SEA Games 2025 dinaikkan signifikan. 

Bonus yang sebelumnya berada di kisaran Rp500 juta resmi ditingkatkan menjadi Rp1 miliar. 

Permintaan Presiden tersebut disampaikan saat pelepasan kontingen atlet SEA Games 2025 di Istana Negara Jakarta dan langsung disanggupi oleh Menpora bersama Menteri Sekretariat Negara.

Meski demikian, Erick belum dapat memastikan apakah kebijakan kenaikan bonus juga akan diberlakukan bagi peraih medali perak dan perunggu. 

Ia meminta publik bersabar hingga keputusan resmi diambil pemerintah setelah melalui pembahasan internal.

Kendati masih menunggu kepastian angka, Erick menegaskan negara tetap memberikan apresiasi tinggi kepada atlet peraih perak dan perunggu yang telah berjuang membawa nama Indonesia di level Asia Tenggara.

“Ya perak sama perunggu dapat lah, sudah berjuang,” katanya, memastikan kontribusi atlet di luar peraih emas tidak akan diabaikan.

Lebih jauh, Erick menyampaikan kebijakan bonus ini merupakan bagian dari visi besar Presiden untuk serius membangun olahraga Indonesia secara berkelanjutan. 

Penghargaan kepada atlet tidak hanya dilihat sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga sebagai investasi jangka Panjang.(Antara)