ID EN

John Heitinga Masuk Daftar Kandidat Pelatih Timnas Indonesia? Ini Jejak Karier Top Eropanya

Sabtu, 6 Desember 2025 | 14:00

Penulis: Arif S

John Heitinga
Arsip - Eks Pelatih Ajax, John Heitinga masuk radar PSSI?
Sumber: www.ajax.nl

PSSI masih mencari sosok pelatih Timnas Indonesia, pengganti Patrick Kluivert. Sejumlah nama menjadi spekulasi kandidat pelatih Tim Garuda. Terbaru, muncul nama John Gijsbert Alan Heitinga atau yang lebih dikenal dengan John Heitinga.

Dalam beberapa hari terakhir, nama mantan bek timnas Belanda itu dispekulasikan masuk dalam radar PSSI. Sebelumnya, nama Giovanni van Bronckhorst juga masuk pusaran kandidat pelatih Timnas Indonesia. 

Spekulasi nama Heitinga muncul setelah Waketum PSSI, Zainudin Amali menyinggung ada kandidat pelatih Belanda. Meski belum ada pengumuman resmi, kalimat itu cukup untuk mengaitkan Heitinga dengan Tim Garuda.

Selain Heitinga, dua nama internasional lain, Jesus Casas dari Spanyol dan John Herdman dari Inggris juga menjadi spekulasi. \

Mengacu pada rekam jejaknya, Heitinga bukan kandidat sembarangan. Jika pengalaman dan syarat dijadikan tolok ukur PSSI, Heitinga masuk kriteria. Ia tak kalah gemerlap dari Giovanni Van Bronckhorst, baik saat menjadi pemain maupun pelatih.

Karier Top Eropa dari Ajax hingga Liga Inggris

Di usia 42 tahun, Heitinga membawa paket lengkap. Pengalaman sebagai pemain elite, jam terbang melatih, dan pemahaman taktik modern. Sebagai pemain Ajax, ia memenangkan Eredivisie, KNVB Cup, dan Johan Cruyff Shield.

Ia juga menjadi bagian penting skuad Belanda di ajang internasional, termasuk Piala Dunia 22010. 

Heitinga pernah bermain di La Liga bersama Atletico Madrid serta bertarung di Liga Inggris bersama Everton dan Fulham.

Ia juga sempat merasakan atmosfer Bundesliga bersama Hertha BSC, sebelum akhirnya kembali ke Ajax dan gantung sepatu tahun 2016.

Perjalanan di Dunia Kepelatihan

Setelah pensiun, kecintaan Heitinga pada sepak bola membawanya ke dunia kepelatihan. Ia memulai dari Jong Ajax, sebelum naik kelas menjadi bagian tim asisten pelatih. 

Tak lama berselang, ia bahkan naik pangkat jadi pelatih kepala jelang bergulirnya musim ini.

Sayangnya, masa tugasnya berakhir lebih cepat karena rentetan hasil buruk Ajax pada musim 2025/2026. Kontraknya yang seharusnya berakhir 30 Juni 2027 harus berakhir lebih cepat.

Namun catatan itu tak mengurangi nilai Heitinga di mata banyak federasi, terutama negara yang membutuhkan pelatih muda, modern, dan punya DNA sepak bola Eropa.

Apakah PSSI akan memilih John Heitinga sebagai arsitek baru Timnas Indonesia?***