Menyusuri Jejak Situs Megalitikum 8.000 Tahun di Gunung Padang
Minggu, 30 November 2025 | 18:50
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
Bayangkan sebuah situs kuno yang usianya jauh melampaui piramida dan kita bisa melangkah di sana sekarang, merasakan sejarah nyata di bawah kaki kita. Itulah sensasi yang ditawarkan oleh Situs Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang kini diklaim memiliki umur hingga 6.000 SM. Temuan ini bukan sekadar angka di kertas, tetapi hasil riset serius dan pemugaran situs yang dapat membuka wawasan baru tentang peradaban manusia di Nusantara.
“Sampel yang diteliti dan diuji … sehingga diketahui usia dari struktur terluar yang dapat dilihat usianya berapa tahun,” kata Ketua tim peneliti dan pemugaran, Ali Akbar, dalam wawancara di Cianjur.
Informasi ini membuka kembali pintu bagi traveler sejarah dan penikmat petualangan waktu, bukan hanya untuk sekadar melihat formasi batu, tetapi juga merasakan betapa sejarah panjang Indonesia terukir di tanah yang sama kita injak hari ini.
BACA JUGA
Ribuan Tahun Terkubur, Rahasia Gunung Padang Akhirnya Mulai Terungkap
Menyusuri Spiritualitas dan Budaya di Prambanan Shiva Festival 2026
Bidik Wisatawan Timur Tengah dan Australia, Museum NTB Jadi Ujung Tombak Promosi Wisata
Proses Ekskavasi yang Menyingkap Lapisan Waktu
Penelitian terbaru di Gunung Padang dilakukan dengan metode ilmiah, tim mengambil sejumlah sampel dari titik-titik berbeda di situs, termasuk teras kelima, pada kedalaman sekitar empat meter di bawah permukaan. Dari situ, dilakukan uji karbon dan analisis komposisi bebatuan. Hasilnya struktur terluar dari situs ini memiliki umur yang sangat tua menembus hingga era 6.000 tahun SM.
Selain itu, peneliti menemukan apa yang disebut sebagai fondasi kuno, bebatuan yang disusun rapi, berbentuk khusus (bukan batu alam acak), membentuk dasar bagi struktur yang dibangun di atasnya. Penemuan ini menguatkan argumen bahwa Gunung Padang bukanlah hasil formasi alam melainkan hasil kerja manusia, membangun secara bertahap dalam beberapa periode.
“pembangunan situs ini dilakukan secara bertahap sampai di akhir yang dapat kita lihat saat ini,” terang Ketua Tim Peneliti dan Pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang Ali Akbar, Minggu, 30 November 2025.
Setelah fondasi terbentuk, baru kemudian struktur batu di atasnya dikonstruksi. Hal ini membuat Gunung Padang bukan sekadar monumen, tetapi sebuah saksi bisu evolusi peradaban kuno di Nusantara.
Gunung Padang Lebih Tua dari Piramida Giza
Kalau klaim usia ini diterima luas, maka Gunung Padang berada pada usia yang bahkan lebih tua dari Piramida Giza di Mesir, sebuah fakta yang mengubah perspektif kita tentang sejarah dunia dan menegaskan bahwa Indonesia memiliki warisan arkeologis yang sangat berharga.
Bagi kita, generasi muda yang gemar mengeksplorasi, gunung, situs bersejarah, dan budaya, hal ini membawa arti tidak perlu jauh-jauh ke Mesir atau Amerika Latin untuk melihat peradaban kuno yang dahsyat, tinggal ke Cianjur, dan kita bisa berdiri di atas lapisan sejarah yang telah bertahan ribuan tahun.
Pelestarian Sejarah & Peluang Wisata
Setelah klaim usia dan verifikasi struktur, tim peneliti berkomitmen untuk melakukan pemugaran. Pada Desember ini direncanakan pemugaran awal dengan mengembalikan batu-batu yang bergeser akibat erosi atau aktivitas alam ke posisi aslinya. Pemugaran besar-besaran akan dimulai awal 2026.
Langkah ini bukan sekadar konservasi arkeologi, tetapi gerbang bagi Gunung Padang menjadi destinasi wisata sejarah dan petualangan. Hiking pagi, menikmati sunrise dari ketinggian situs, lalu menyusuri selasar batu kuno sambil membayangkan peradaban ribuan tahun lalu tentunya akan menjadi pengalaman yang berbeda.
Bagi traveler muda yang bosan dengan paket wisata mainstream, Gunung Padang menawarkan kombinasi sempurna, petualangan, sejarah, dan eksplorasi budaya yang otentik.










