ID EN

Bandung-Jakarta Cuma 1,5 Jam? Terobosan Kereta Kilat Pajajaran Sedang Disiapkan

Kamis, 27 November 2025 | 09:00

Penulis: Arif S

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin.
Sumber: Antara/HO Pemprov Jabar

Lanskap perjalanan terus berevolusi. Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Barat tengah menyiapkan lompatan besar bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Kedua belah pihak resmi menyepakati layanan strategis “Kilat Pajajaran”, sebuah kereta konvensional cepat yang menargetkan waktu tempuh Stasiun Gambir-Bandung hanya 1,5 jam.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya besar untuk mempercepat mobilitas warga di jalur konvensional, sekaligus membuka akses baru bagi pelancong yang ingin melintasi dua kota paling dinamis di Jawa Barat dan Jakarta dengan lebih efisien.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, terobosan ini merupakan bagian dari optimalisasi besar-besaran di sektor perkeretaapian.

"Kereta Kilat Pajajaran akan memangkas waktu tempuh relatif sangat cepat, Gambir-Bandung menjadi sekitar satu setengah jam. Bahkan layanan ini direncanakan terhubung hingga Garut, Tasikmalaya, dan Banjar dengan waktu tempuh sekitar dua jam melalui Bandung," ujar Dedi dalam keterangan di Bandung, Rabu.

Lebih dari Sekadar Cepat Tapi Terintegrasi

Kilat Pajajaran bukan satu-satunya inovasi. Dedi menekankan elemen lain yang tak kalah penting, peluncuran “Kereta Api Tani Mukti”, layanan khusus untuk mengangkut hasil pertanian dari sentra produksi menuju pasar utama di Jakarta, Cirebon, dan Banjar.

"Penyediaan lokomotif dan gerbong untuk mengangkut hasil pertanian dan perdagangan pada rute Jakarta-Cirebon serta Jakarta-Banjar ini kami namakan Kereta Api Tani Mukti," katanya.

Langkah ini disebut krusial untuk memotong rantai pasok dan menurunkan biaya logistik yang selama ini membebani harga pangan.

Menghidupkan Jalur Wisata yang Lama Terlupakan

Dalam peta jalan tersebut, Pemprov Jabar dan KAI juga merencanakan revitalisasi jalur wisata “Jaka Lalana” yang melintas Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur. 

Rute kaya lanskap ini berpotensi menjadi salah satu koridor wisata kereta paling menarik, menghubungkan kawasan pegunungan, sejarah kolonial, hingga kota-kota kecil yang sedari dulu tumbuh di sepanjang jalur rel.

Di saat yang sama, percepatan elektrifikasi jalur Padalarang–Cicalengka disiapkan untuk mendukung mobilitas harian urban di kawasan Bandung Raya, memfasilitasi pekerja, pelajar, dan wisatawan yang mengandalkan transportasi massal.

KAI Siap Eksekusi, Infrastruktur Mulai Disiapkan

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyambut baik inisiatif ini. Perusahaan akan membentuk Joint Working Group untuk menyusun kajian teknis, rencana kerja bertahap, hingga penataan kawasan strategis seperti Stasiun Bandung dan Kiaracondong.

Komitmen ini diperkuat dengan penandatanganan kerja sama antara Dedi Mulyadi dan Bobby Rasyidin, disaksikan Wakil Menteri Perhubungan Suntana di Purwakarta, Selasa (25/11).

Dedi berharap dukungan pembiayaan dapat segera cair, mengingat potensi dampak ekonomi yang besar dari integrasi jaringan rel utara–selatan.

"Hari ini Pemprov Jabar bersama seluruh bupati dan wali kota berkomitmen mengembangkan perkeretaapian. Semoga perjalanan dari Jawa Barat menuju Jakarta semakin lancar," kata Dedi.

Jika terealisasi, perjalanan Bandung-Jakarta yang selama ini identik dengan kemacetan darat dan waktu tempuh tak terduga dapat berubah drastis. Wisatawan dapat menikmati perjalanan cepat 1,5 jam sambil menatap bentang pegunungan Priangan atau melanjutkan rute ke Garut, Tasikmalaya, atau Banjar tanpa berpindah moda.(Antara)