Bukan Australia Atau Cina, Negara Ini Penyumbang Wisatawan Terbanyak ke Indonesia
Rabu, 26 November 2025 | 10:06
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Meningkatnya kunjungan wisatawan Malaysia kembali menegaskan kedekatan budaya dan geografis antara Indonesia dan negara-negara ASEAN. Sejak pemulihan pascapandemi, arus turis Malaysia terlihat sebagai gelombang paling stabil dan signifikan.
Fenomena ini menghadirkan cerita baru tentang bagaimana Indonesia dipandang sebagai rumah kedua di mata para pelancong Asia Tenggara.
Menurut Berita Resmi Statistik Perkembangan Pariwisata September 2025* yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Minggu 23 November 2025, tercatat 11,431 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari-September 2025.
BACA JUGA
Awal 2026, 1 Juta Turis Asing Masuk Indonesia, Traveling Makin Bergairah
Target 17,6 Juta Wisman 2026, Pemerintah Perkuat Strategi Konektivitas dan Kualitas Destinasi
NTB Siap Jadi Magnet Wisata 2026, Kunjungan Ditargetkan Naik
Angka ini mengalami peningkatan 10,22 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya dan menempatkan Malaysia sebagai penyumbang terbesar.
Pada September 2025 saja, jumlah wisman asal Malaysia mencapai 272.420 kunjungan, atau 19,53 persen dari total wisatawan yang tiba di bulan itu.
Ruang Gerak Baru Pariwisata Indonesia
Meski belum sepenuhnya menyamai catatan sebelum pandemi, 11,915 juta wisman pada periode sama tahun 2019, tren kenaikan 2025 memberikan secercah optimisme.
Tahun 2019 masih menjadi puncak kejayaan dengan total 16,106 juta kunjungan, dan kini Indonesia kembali menata langkah menuju angka tersebut.
BPS mencatat, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada September 2025 mencapai 1,39 juta kunjungan.
Meski turun 7,33 persen dari bulan sebelumnya, tetapi menunjukkan kenaikan 9,04 persen dibanding September 2024.
Malaysia di Garis Depan: Mengapa Mereka Datang?
Dari perspektif wisata ASEAN, Malaysia menempati posisi unik. Kedekatan jarak memudahkan perjalanan singkat. Sementara keterhubungan budaya membuat Indonesia terasa akrab sekaligus menggugah rasa ingin tahu.
Selain Malaysia, wisatawan asal Australia (163.530 kunjungan), Singapura (119.240 kunjungan), dan China (113.260 kunjungan) turut membentuk komposisi pengunjung September 2025.
Menariknya, wisatawan ASEAN, termasuk Malaysia tercatat memiliki rata-rata lama tinggal paling singkat, 4,44 malam, dibanding wisatawan Eropa 16,22 malam.
Preferensi ini menunjukkan turis Malaysia banyak melakukan perjalanan singkat, sering kali berulang, untuk menikmati kuliner, belanja, atau kunjungan keluarga lintas negara.
Gerbang Kedatangan: Langit Masih Mendominasi
Sebagian besar wisatawan tiba melalui jalur udara, 996.520 orang atau 81,74 persen dari total kunjungan September 2025.
Angka ini menandakan, konektivitas penerbangan antara Malaysia dan berbagai destinasi di Indonesia seperti Jakarta, Bali, Medan, dan Surabaya semakin padat dan efisien.
Adapun kedatangan melalui laut 182.320 wisman (14,95 persen), dan darat 40.320 wisman (3,31 persen), mencerminkan hubungan perbatasan yang tetap hidup, terutama di kawasan Kalimantan dan Kepulauan Riau.
Indonesia di Mata Turis Malaysia
Bagi banyak pelancong Malaysia, Indonesia menawarkan kombinasi unik, cita rasa familiar, lanskap beragam, hingga destinasi rohani dan sejarah yang tak pernah kehilangan pesonanya.
Dari kafe-kafe modern Bandung hingga pulau-pulau tenang di Belitung dan Labuan Bajo, pilihan mereka tak lagi hanya Bali.
Ketika angka kunjungan terus naik, Indonesia seolah sedang menguatkan kembali posisinya sebagai salah satu pusat gravitasi perjalanan di Asia Tenggara.***










