ID EN

Pantai Amban Menuju Panggung Global, Manokwari Resmi Gelar World Surf League QS2000

Sabtu, 22 November 2025 | 21:28

Penulis: Respaty Gilang

Surfing
Ilustrasi atlet surfing di Pantai Amban, Manokwari, Papua.
Sumber: Freepik

Gelombang besar perhatian dunia kembali mengarah ke Manokwari. Pemerintah Provinsi Papua Barat resmi mengalokasikan Rp1,4 miliar untuk mendukung penyelenggaraan Manokwari World Surf League (WSL) Series QS2000 yang akan berlangsung di Pantai Amban pada 26–30 November 2025. Ajang ini menjadi salah satu langkah strategis mengangkat citra Manokwari sebagai destinasi selancar kelas dunia.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Papua Barat, Yakobus Basongan, menjelaskan bahwa sebagian besar anggaran sudah dialokasikan ke penyelenggara.

"Anggaran tersebut diserahkan kepada pihak penyelenggara sebanyak Rp850 juta," ujarnya.

Sementara sisanya dipakai untuk pemenuhan kebutuhan pendukung, termasuk layanan bagi tim official dan persiapan teknis lain jelang kompetisi internasional tersebut.

Lonjakan Level Kompetisi WSL di Manokwari

Event QS2000 ini merupakan kelanjutan dari seri WSL QS1000 yang telah digelar tiga kali. Melalui ajang yang lebih besar, Pemprov Papua Barat dan Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) mencoba menaikkan level eksposur Manokwari di peta surfing dunia.

Menurut Yakobus, peningkatan level ke QS3000 atau QS4000 sangat mungkin dilakukan, tetapi memerlukan kolaborasi pendanaan yang lebih luas.

"Kalau mau naik level ke QS3000 atau QS4000 butuh sharing anggaran, karena kebutuhan itu bisa mencapai Rp5 miliar," ucapnya.

WSL sebelumnya telah merilis data bahwa kompetisi dengan level di atas QS2000 mampu menghadirkan atlet-atlet papan atas yang berpotensi mendongkrak kunjungan wisata hingga puluhan ribu, terutama dari pasar Australia, Jepang, dan Amerika Serikat—tiga negara dengan budaya surfing paling kuat.

Kolaborasi Lintas Sektor demi Pariwisata Papua Barat

Yakobus menegaskan bahwa pengembangan potensi wisata tidak dapat dijalankan satu instansi saja. Dibutuhkan kolaborasi antarlembaga mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga pihak keamanan.

"Keberhasilan sektor pariwisata tercapai jika pemangku kepentingan memiliki komitmen untuk pengelolaan destinasi, pembangunan infrastruktur pendukung, dan peningkatan kualitas layanan wisatawan," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi pelaksanaan event sebagai bagian dari promosi pariwisata.

"Kalau pembinaan atlet, itu kewenangan dinas lain," ujarnya.

Atlet Dunia Mulai Berdatangan

Daftar peserta internasional sudah mulai terbentuk. Atlet dari Australia, Jepang, Filipina, Amerika Serikat, Malaysia, dan Singapura telah mengonfirmasi keikutsertaan dalam QS2000 tahun depan. Gelombang Pantai Amban dikenal stabil dan kuat, sehingga sering dianggap sebagai “lahan ujian” para peselancar menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

Yakobus memastikan koordinasi dengan berbagai pihak terus berjalan.

"Event Manokwari World Surf League Series berlangsung dari tanggal 26-30 November 2025. Seluruh persiapan sudah matang," jelasnya.

Sebelum event internasional digelar, PSOI akan mengadakan kompetisi lokal yang melibatkan atlet dari berbagai daerah di Tanah Papua seperti Raja Ampat, Biak, dan lainnya. Kompetisi ini menjadi ruang pembinaan agar para atlet lokal dapat unjuk kemampuan menghadapi peselancar dunia.

"Supaya atlet-atlet lokal bisa mengikuti event-event surfing baik di dalam negeri maupun di luar negeri," ucap Basongan.

UMKM Lokal Kembali Dapat Panggung

Pemerintah daerah juga memberi ruang bagi UMKM untuk tampil selama event berlangsung.

"Partisipasi masyarakat dalam setiap event yang diselenggarakan itu sangat penting, makanya kami sediakan stand UMKM," kata Yakobus.

Tak hanya jadi ajang olahraga, event ini diharapkan menjadi momentum ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan menengah, sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata di Papua Barat.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!