ID EN

Ricky Yacobi, Sang Raja GBK: Striker Emas yang Tutup Usia di Lapangan

Sabtu, 22 November 2025 | 10:31

Penulis: Respaty Gilang

Ricky Yacobi
Ricky Yacobi.
Sumber: Antaranews

Dunia sepak bola Indonesia pernah punya figur yang bukan cuma jago dribel bola, tapi juga punya aura pemimpin dan karisma yang beda, sosok itu adalah Ricky Yacobi. Nama yang selalu melekat pada era kejayaan timnas di penghujung 80-an. 

Namun pada 21 November 2020, kabar duka menghentak jagat sepak bola Tanah Air, sang legenda menghembuskan napas terakhir setelah mengalami serangan jantung.

Ricky Yacobi meninggal bukan di rumah, bukan di kantor, tapi di tempat yang selalu jadi bagian dirinya yaitu lapangan sepak bola. Pagi itu, ia tampil dalam ajang Trofeo Medan Selection di Lapangan A Senayan, Jakarta.

Salah satu rekannya, Lody Hutabarat, yang ikut bertanding di laga tersebut, menjadi saksi mata momen-momen terakhir Ricky.

Lody bercerita bahwa pemain yang berjasa mempersembahkan emas SEA Games 1987 itu sempat mencetak gol sebelum ambruk di lapangan. Ricky baru bermain sekitar 15 menit ketika momen itu terjadi.

“Habis cetak gol, mau selebrasi, terus jatuh kena serangan jantung,” kata Lody Hutabarat.

Ricky jatuh dengan posisi tengkurap, tepat saat hendak merayakan golnya. Rekan-rekan satu lapangan langsung memberikan pertolongan pertama, mulai dari menarik lidah hingga melakukan CPR. Namun usaha itu tak cukup untuk menyelamatkan nyawanya. Ricky kemudian dilarikan ke RS Mintoharjo, tapi sang legenda dinyatakan meninggal di usia 57 tahun.

Jejak Karier: Peraih Emas dan Perintis Jalan ke Jepang

Buat banyak anak muda sekarang, nama Ricky Yacobi mungkin terdengar seperti legenda dari buku lama. Tapi di era 80–90-an, ia adalah ikon sepak bola Indonesia.

Top skorer, pemimpin lini depan, dan tumpuan timnas. Pemain kunci Indonesia saat meraih medali emas SEA Games 1987, prestasi yang sampai sekarang masih menjadi salah satu pencapaian terbaik tim Merah Putih.

Ricky Yacobi juga pionir pemain Indonesia di Liga Jepang. Sebelum J-League berkembang jadi liga modern seperti sekarang, Ricky sempat memperkuat klub Jepang pada 1988. Kehadirannya di sana sering disebut sebagai pintu awal pemain Indonesia menuju kompetisi luar negeri.

Sebagai striker, Ricky dikenal bukan cuma cepat, tapi juga cerdas mencari ruang. Gaya mainnya elegan, penyelesaiannya klinis, dan karismanya bikin dia dijuluki “Raja Stadion Gelora Bung Karno” oleh fans era itu.

Inspirasi Bagi Generasi Baru

Kepergian Ricky Yacobi bukan hanya kehilangan bagi keluarganya, tapi juga bagi sepak bola Indonesia. Banyak mantan pemain dan pelatih menyebut Ricky sebagai figur yang rendah hati, pekerja keras, dan punya dedikasi tinggi pada olahraga.

Warisan terbesarnya bukan hanya gol atau trofi, tapi inspirasi, bahwa anak Medan bisa mendunia, bahwa pemain Indonesia bisa menembus kompetisi luar negeri, dan bahwa sepak bola bisa jadi jalan hidup yang penuh kehormatan.

Bahkan hingga detik terakhirnya, Ricky masih berada di lapangan, mencetak gol, melakukan hal yang ia cintai sejak kecil. Dan mungkin, di situlah keindahan terakhir kariernya.