Masjid Giok Aceh Raih Penghargaan: Destinasi Wisata Religi yang Wajib Dikunjungi
Jumat, 21 November 2025 | 14:34
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Teuku Dedi Iskandar
Di jantung Nagan Raya, Aceh, sebuah bangunan masjid menarik perhatian nasional. Masjid Agung Baitul A’la, lebih dikenal sebagai Masjid Giok Aceh meraih Juara 2 kategori Destinasi Unik di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) ke-9 yang digelar di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Prestasi ini menegaskan posisinya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ikon wisata religi yang memukau di Aceh.
“Selain Masjid Giok, Gulee Jruek hidangan tradisional khas Nagan Raya, juga berhasil meraih Juara 2 kategori makanan tradisional,” ujar Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan.
BACA JUGA
Ramadan Trip: 5 Masjid Estetik di Jawa Barat Cocok untuk Wisata Religi
Tren Wisata Ramadhan 2026: Iftar Hiking hingga Kota Nokturna Dunia Muslim
Jelajah Istanbul: Dari Masjid Megah Hingga Bazaar Rempah yang Legendaris
Kabar ini datang sebagai dua kemenangan sekaligus bagi daerah yang tengah bangkit mengembangkan potensi budaya dan wisatanya.
Masjid Giok Aceh telah lama menjadi buah bibir para pelancong. Masjid yang dikenal dengan keindahan arsitektur serta kemegahan ornamen batu gioknya ini mempertegas posisinya sebagai salah satu ikon wisata religi paling diminati.
Gulee Jruek Mengantar Nagan Raya ke Panggung Kuliner Nasional
Tak hanya arsitektur yang bersinar, cita rasa lokal juga ikut mengharumkan nama Nagan Raya. Hidangan tradisional Gulee Jruek meraih Juara 2 kategori Makanan Tradisional.
Dengan paduan rempah berkarakter kuat, kuliner khas ini menjadi representasi selera Aceh yang berani, hangat, dan kaya cerita.
Cita rasa khas dan keunikan rempah yang digunakan menjadikan makanan ini mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat nasional.
Bupati Teuku Raja Keumangan tak dapat menyembunyikan kebanggaannya.
“Kabar baik ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Nagan Raya dan menunjukkan potensi wisata serta budaya yang luar biasa di daerah kita. Selamat kepada seluruh masyarakat Nagan Raya atas prestasi yang membanggakan ini,” katanya.
Dukungan Kolektif yang Mendorong Wisata Aceh Melesat
Sukses ini bukan hanya kemenangan pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat yang selama ini menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya mereka.
“Penghargaan ini kita raih ini, tentunya atas dukungan masyarakat Aceh, khususnya Nagan Raya, yang telah berkontribusi banyak dalam mendukung Masjid Giok dan Gulee Jruek,” ungkap Musiddiq, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Nagan Raya.
Keberhasilan Masjid Giok Aceh di level nasional diharapkan menjadi pintu masuk bagi lebih banyak wisatawan mengenal Nagan Raya.
Pemerintah optimistis pengakuan ini akan mendorong peningkatan kunjungan wisata religi sekaligus memperkuat pelestarian budaya setempat.
Kilau yang Tak Hanya Dipandang, Tapi Dirasakan
Masjid Giok Aceh kini bukan lagi sekadar bangunan yang dipuji karena visualnya. Ia telah menjadi simbol kebangkitan wisata Aceh, memadukan spiritualitas, seni arsitektur, dan kebanggaan lokal.
Setiap batu giok yang tersusun rapi di dindingnya mencerminkan cerita masyarakat menjaga warisan mereka agar tetap berkilau, sekaligus mengundang pelancong dari seluruh penjuru untuk menyaksikan langsung keindahan itu.(Antara)***










