Film Baru Derby Romero Tampilkan Destinasi Prioritas Samosir dan Danau Toba
Kamis, 20 November 2025 | 12:30
Penulis: Arif S

Sumber: Pixabay
Film “Wasiat Warisan” siap tayang pada 4 Desember 2025. Film ini tidak hanya menawarkan drama keluarga dan komedi ringan, tetapi juga menjadi jendela baru untuk menikmati keindahan Pulau Samosir.
Dengan deretan pemain populer seperti Derby Romero dan Jenda Munthe, film ini menjadikan Samosir bukan sekadar lokasi, melainkan karakter penting yang menghidupkan kisah.
Samosir Dipilih untuk Menonjolkan Alam dan Budaya Batak
BACA JUGA
5 Ikon Wisata Medan yang Wajib Dikunjungi Wisatawan di Awal 2026
Promosi Pariwisata Lewat Film, Cara Baru Menjual Keindahan Indonesia ke Dunia
Traveling Lintas Iman dan Benua Lewat Film 'Pengin Hijrah'
Sutradara sekaligus produser, Agustinus Sitorus menjelaskan, keputusan memilih Samosir bukan kebetulan. Ia ingin keindahan alam dan kekayaan budaya Batak tampil setara dengan para pemerannya.
"Pak Bupatinya, Pak Vandiko Timotius Gultom, dia mendukung kami, artinya, destinasi-destinasi super-prioritas yang baru di Pangururan, Samosir itu kami dikasih privilese untuk bisa syuting di sana," ujar Agustinus di Jakarta.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Samosir, film ini dapat mengeksplorasi berbagai lokasi ikonik yang memperkuat atmosfer cerita.
Waterfront City Pangururan, Ikon Baru Pariwisata Samosir
Salah satu lokasi yang ditampilkan adalah Waterfront City Pangururan, destinasi super-prioritas dengan kombinasi budaya dan panorama Danau Toba.
Tempat ini dikenal dengan atraksi air mancur menari (dancing fountain) yang menjadi magnet wisata baru bagi pengunjung.
Agustinus menyebut tim produksi tidak hanya mengambil gambar di lokasi terbuka, tetapi juga menyoroti simbol-simbol budaya Batak.
Tim diizinkan menampilkan instalasi seni Solu Bolon, ukiran totem, serta storytelling signages yang membantu penonton memahami sejarah lokal.
Kehadiran elemen budaya ini membuat film “Wasiat Warisan” terasa sangat dekat dengan identitas masyarakat Batak.
Bupati Samosir Ikut Tampil Singkat
Dukungan dari Bupati Samosir bukan hanya berupa izin dan fasilitasi.
"Pak Bupati, selain dia support, dia juga in-frame secara singkat. Karena waktu di awal-awal kami syuting tahun lalu (2024) itu beliau ada," kata Agustinus.
Kehadiran tokoh lokal ini menambah autentisitas nuansa Samosir dalam film.
Dua Minggu Syuting, Samosir Jadi Latar Utama
Proses syuting berlangsung selama dua minggu di berbagai titik Pulau Samosir. Selain itu, pengambilan gambar juga dilakukan di sejumlah lokasi sekitar Danau Toba yang dinilai terlalu indah untuk dilewatkan.
Ini membuat film tampil sebagai kartu pos sinematik yang memperlihatkan pesona Toba dari berbagai sisi.
Drama 70 Persen, Komedi 30 Persen

Sumber: Antara/Abdu Faisal
Meski sarat unsur pariwisata, film ini tetap fokus pada cerita.
“Tingginya proporsi drama dibuktikan dari poster resmi film, yang dipilih adalah poster bernuansa drama, bukan poster komedi seperti yang digunakan untuk teaser,” kata Agustinus.
Skenario ditulis dengan komposisi 70 persen drama dan 30 persen komedi, dibantu konsultan komedi Ridho Brado dari Stand Up Comedy Indonesia 5.
Dialog dalam film menggunakan Bahasa Indonesia, dengan beberapa sisipan kalimat dalam Bahasa Batak untuk memperkuat setting budaya tanpa membuat penonton kesulitan memahami cerita.
Pemeran dengan Marga Batak sebagai Penguat Identitas
Pemilihan aktor dilakukan dengan cermat agar latar budaya karakter terasa natural.
Derby Romero dan Astrid Tiar sama-sama memiliki marga Batak, sementara Jemimah Cita juga berdarah Batak Toba dari ibunya. Kehadiran mereka membuat representasi budaya Batak semakin kuat di layar.
Samosir: Destinasi Wisata yang Memukau
Dengan visual Danau Toba, budaya Batak yang kental, serta dukungan langsung dari pemerintah daerah, film “Wasiat Warisan” berpotensi menjadi salah satu promosi wisata paling efektif bagi Pulau Samosir.
Film ini bukan hanya hiburan, tetapi juga undangan bagi penonton untuk datang sendiri, menyapa danau seluas lautan, merasakan hangatnya budaya Batak, dan melihat langsung keindahan yang selama ini hanya muncul di layar lebar.(Antara)










