ID EN

Jerman dan Belanda Pesta Gol, Dua Raksasa Eropa Mengunci Tiket Piala Dunia 2026 dengan Gaya

Selasa, 18 November 2025 | 06:00

Penulis: Arif S

Logo Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026.
Sumber: FIFA

Timnas Jerman dan Belanda mengirim pesan keras kepada calon rival mereka di Piala Dunia 2026. Bukan sekadar lolos, keduanya memastikan tempat di putaran final dengan kemenangan telak atas lawan masing-masing. Dari Leipzig dan Amsterdam, dua negara dengan sejarah panjang di turnamen elite ini kompak menutup kualifikasi dengan pesta gol.

Jerman Benamkan Slovakia: Mesin Nagelsmann Nyala Sempurna

Di Red Bull Arena, Leipzig, Jerman tampil seperti tim yang sudah menemukan ritme terbaiknya. Tekanan tinggi, pergulatan taktis, dan efisiensi di depan gawang bergabung dalam satu malam sempurna yang mengukuhkan mereka sebagai juara Grup A dengan 15 poin dari enam laga.

Sejak menit awal, tekanan Jerman tidak memberi ruang napas bagi Slovakia. Menit ke-18, Nick Woltemade membuka pesta lewat sentuhan klinis setelah menerima umpan matang Joshua Kimmich. Slovakia mencoba membalas lewat percobaan David Duris, tapi Oliver Baumann sigap menepis ancaman itu.

Setelahnya, pertandingan terasa sepihak. Menit ke-29, Serge Gnarby menggandakan skor, memaksimalkan umpan Leon Goretzka. 

Hanya dalam lima menit, Leroy Sane menjadikan skor 4-0 lewat dua gol beruntun pada menit 36 dan 41. 

Babak kedua tak banyak mengubah cerita. Der Panzer terus menekan dan memaksa Slovakia bertahan sedalam mungkin. Ridle Baku mencatatkan nama di papan skor pada menit 67 memanfaatkan umpan Gnarby, sebelum Assan Ouedraogo menutup pesta gol menjadi 6-0 usai menerima assist Sane pada menit 79.

Tidak ada comeback, tidak ada drama, hanya dominasi penuh Jerman.

Belanda Hajar Lithuania: Total Football yang Mulai Matang

Sementara di Amsterdam, Johan Cruijff ArenA menjadi saksi bagaimana Belanda mengakhiri kualifikasi dengan kontrol permainan yang nyaris mutlak. 

Dominasi dari menit pertama, intensitas tinggi tanpa jeda dan empat gol mengantarkan mereka sebagai pemuncak Grup G dengan 20 poin dari delapan laga.

Tijjani Reijnders membuka skor pada menit 16 lewat tembakan terukur yang menandai tempo agresif Belanda. Sundulan Virgil van Dijk sempat mengancam, tapi ditepis Edvinas Gertmonas, sebelum peluang kedua Reijnders membentur tiang.

Namun, gol tambahan itu hanya menunggu waktu. Memasuki babak kedua, Belanda bermain lebih efisien. Penalti Cody Gakpo di menit 58 mengubah skor menjadi 2-0. 

Dua menit kemudian, Xavi Simons menciptakan gol ketiga berkat umpan matang Gakpo. Donyell Malen melengkapi pesta gol di menit 62 melalui aksi individu brilian yang membuat Gertmonas tak berkutik.

Meski sudah unggul empat gol, Belanda tidak mengendurkan tekanan. Serangan terus mengalir, ritme tetap terjaga, dan Lithuania hanya bisa berusaha membatasi kebobolan hingga laga berakhir 4-0.

Dua Raksasa Eropa Menuju Piala Dunia 2026

Jerman dan Belanda mungkin berada di grup berbeda, tetapi atmosfernya sama, dominasi, kedewasaan taktik, dan efektivitas lini serang yang menjanjikan. Dua raksasa Eropa ini lolos dengan cara yang meyakinkan.

Jerman tampil sebagai mesin penghancur dengan energi baru di bawah Julian Nagelsmann. Belanda menunjukkan total football generasi baru, diorkestrasi talenta muda seperti Gakpo, Simons, dan Reijnders.***