Cara Bermain Padel: Kenali Aturan, Skor, dan Gaya Mainnya
Kamis, 13 November 2025 | 15:30
Penulis: Pudila

Sumber: Envato
Padel bukan sekadar tren baru di kalangan urban.
Olahraga ini menggabungkan kecepatan tenis, refleks squash, dan sentuhan sosial yang membuatnya terasa lebih santai tetapi tetap kompetitif. Di Indonesia, lapangan padel mulai bermunculan di kota-kota besar yang menandai lahirnya budaya olahraga baru yang seru dan bergaya.
Aturan Dasar Padel
Padel selalu dimainkan berpasangan, dua lawan dua, di lapangan berpagar kaca berukuran 20x10 meter. Di sinilah keunikan padel muncul. Bola yang memantul ke dinding kaca setelah menyentuh tanah masih dianggap hidup dan bisa dimainkan. Servis dilakukan di bawah pinggang, dengan bola harus dipantulkan ke tanah terlebih dahulu. Pemain berdiri di belakang garis dan mengirim bola menyilang ke area lawan. Seperti tenis, pemain mendapat dua kesempatan servis.
BACA JUGA
5 Potret Selebritis Cantik Saat Bermain Padel, dari Miss Indonesia Hingga Member Idol Grup Ternama
Padel Kian Populer, Pemprov DKI Tegaskan Soal Izin dan Kebisingan
Alessandro Nesta Hingga Ariel Noah Akan Meriahkan Ajang RANS Padel Wars 2025
Kesalahan atau fault terjadi jika bola tidak melewati net, langsung mengenai dinding tanpa memantul di tanah, atau memantul dua kali di sisi lawan. Peraturannya ketat, tetapi justru di situlah keasyikannya.
Sistem Skor yang Mirip Tenis
Padel menggunakan sistem skor yang sama seperti tenis, yaitu 15–30–40–Game.
Satu set dimenangkan tim yang lebih dulu meraih enam game dengan selisih dua. Jika kedudukan 6–6, permainan berlanjut ke tie-break sampai 7 poin. Dengan tempo permainan yang cepat, perubahan skor bisa terjadi secepat kilatan bola di kaca yang menuntut fokus dan komunikasi antar pasangan.
Gaya Bermain: Bukan Soal Kekuatan, tapi Kecerdikan
Berbeda dari tenis yang menonjolkan power, padel lebih menekankan penempatan bola dan refleks cerdas. Smash keras tak selalu jadi solusi. Kadang, pukulan lembut ke sudut atau pantulan licik dari kaca bisa jadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan.
Itulah sebabnya padel dianggap sebagai olahraga yang “ramah sosial”. Siapa pun bisa bermain, asalkan bisa membaca arah pantulan dan bekerja sama.
Padel bukan hanya tentang adu cepat dan kuat. Ia tentang membaca ruang, beradaptasi, dan menikmati ritme permainan yang elegan. Di tengah derasnya tren olahraga baru, padel menawarkan sesuatu yang jarang, yaitu keakraban dan adrenalin dalam satu genggaman raket berlubang.










