Drama di Etihad: Kado untuk Guardiola, Krisis Bagi Liverpool
Senin, 10 November 2025 | 10:41
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
Malam itu, di markas kebanggaan Manchester City, Stadion Etihad, suasana berubah jadi ajang reli penuh tekanan. Pada hari Minggu, 9 November 2025, malam WIB, tim tuan rumah menunjukkan performa tajam ketika menghadapi Liverpool di lanjutan Premier League 2025/2026. Skor akhir 3-0 untuk City jelas membungkam ambisi sang juara bertahan.
Drama pertandingan terbuka di menit ke-13 ketika City mendapat penalti setelah Doku dijatuhkan akibat intervensi kiper Liverpool, Giorgi Mamardashvili. Namun, sang algojo, Erling Haaland, kehilangan momentum, tendangannya ditepis. Penalti yang seharusnya memecah kebuntuan berubah jadi momen ketegangan awal.
Tetapi Haaland mampu menebus kegagalannya. Pada menit ke-29, dengan sundulan memukau memanfaatkan umpan silang dari Matheus Nunes, ia membuka keran gol. Gol ke-14 di Premier League musim ini untuknya, sekaligus pembuktian bahwa kegagalan awal tak mematikan insting "pembunuhnya."
BACA JUGA
Pep Sudah Baca Arsenal Tergelincir, City Mulai Gaspol Kejar Puncak Klasemen
Liga Inggris: Mohamed Salah Cetak Gol, Liverpool Tetap Takluk di Kandang Wolves
Hasil Liga Inggris Pekan Ke-28: Liverpool Hancurkan West Ham 5-2, Manchester City Menang Tipis
Drama berlanjut ketika Liverpool seakan mendapat asa untuk membalikan keadaan, sundulan Virgil van Dijk pada menit ke-38 berhasil merobek gawang City yang dikawal oleh Donnarumma. Namun euforia itu dihapus oleh keputusan VAR, Andy Robertson yang berada di depan kiper dianggap berada dalam posisi off-side.
“Tidak ada gunanya membahas hal ini dari sudut pandang saya,” komentar van Dijk seperti dikutip dari Reuters.
Menjelang turun minum, keunggulan City digandakan lewat sepakan dari Nico González yang berubah arah setelah mengenai kaki Van Dijk. Skor 2-0 mengakhiri babak pertama.
Usai jeda, ketika Liverpool mencoba membangun momentum, City malah mengubur harapan sang tamu melalui gol spektakuler dari Jérémy Doku pada menit ke-63, lewat sepakan keras dari luar kotak penalti yang menghujam ke sudut gawang. Tim tamu pun bertekuk lutut tanpa ada jawaban.
Statistik yang Berbicara
Meski dalam penguasaan bola City kalah tipis (49,3 % vs 50,7 % untuk Liverpool), namun City unggul dalam hal yang benar-benar menentukan. Mereka melepaskan 14 tembakan dengan enam tepat sasaran, dan tiga di antaranya menjadi gol, sedangkan Liverpool hanya mencoba tujuh kali dengan satu yang mengarah ke gawang.
Kemenangan City atas Liverpool menempatkan tim arahan Guardiola itu kini berada di peringkat ke-2 klasemen sementara Premiere League dengan 22 poin dari 11 pertandingan, tertinggal empat poin dari Arsenal (26 poin) yang berada di puncak. Sementara Liverpool terbenam di peringkat ke-8 dengan 18 poin dari 11 laga.
Dampak dan Signifikansi
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin melainkan pernyataan dari City bahwa mereka kembali berburu gelar dengan serius. Untuk sang manajer, Pep Guardiola, ini adalah laga ke-1000 dalam kariernya, dan ia dihadiahi kemenangan yang memukau.
“Terima kasih kepada para pemain dan staf karena telah memberi saya hadiah yang luar biasa,” katanya usai pertandingan.
Sedangkan bagi Liverpool perburuan gelar semakin menyempit. Komentaor sepak bola seperti Roy Keane bahkan menyebut situasi Liverpool sedang “crisis”, menilai bahwa harapan juara tampak memudar bagi tim yang bermarkas di Anfield itu, setelah menelan lima kekalahan dalam 11 laga.










