ID EN

Bocoran Pelatih Baru Timnas Indonesia, Bung Ropan Sebut Nama Roberto Mancini dan Mourinho

Minggu, 9 November 2025 | 21:52

Penulis: Respaty Gilang

Roberto Mancini
Roberto Mancini.
Sumber: Antaranews

Suasana sepak bola Indonesia sedang berdenyut. Setelah era Shin Tae-yong dan singkatnya masa Patrick Kluivert, kini publik menunggu babak baru di kursi panas Timnas Indonesia. Siapa yang bakal melanjutkan tongkat estafet ini? Dan ke mana arah sepak bola nasional akan dibawa?

Yang pasti, menurut pengamat sepak bola Ronny Pangemanan, langkah berikut PSSI bukan sekadar soal mencari sosok baru, tapi menentukan masa depan fondasi yang sudah dibangun dalam beberapa tahun terakhir.

“STY ok, semua respect, dia sudah menaruh fondasi yang kuat tapi itu sudah berlalu. Patrick Kluivert juga sudah selesai, ambil langkah cepat untuk bisa melihat bagaimana arah sepak bola Indonesia makin maju ke depan,” ujarnya lugas saat menjadi narasumber di podcast TALK WITSME.

Dua pergantian pelatih dalam waktu berdekatan menjadi sinyal bahwa PSSI ingin melangkah lebih cepat, tapi juga lebih tepat. 

“Jadi sekarang yang harus dilihat ke depan bagaimana membangun fondasi yang kuat dengan dua pergantian pelatih sebelumnya ya memang harus lebih baik,” sambung pria yang akrab disapa Bung Ropan ini.

Ia menegaskan, mencari pelatih kali ini tak boleh setengah hati. Menurutnya PSSI harus mencari pelatih yang berkualitas yang tentunya berada di level di atas dari pelatih sebelumnya.

"Jangan sampai sama juga seperti Shin Tae-yong sama juga seperti Patrick Kluivert, harus itu di atas. Kalau bicara di atas itu, nama-nama itu harus top semua dengan CV yang oke ya yang bagus,” paparnya.

Kalimat itu seperti pesan keras tapi realistis bahwa publik Indonesia kini tak lagi puas dengan sekadar “nama besar”. Dibutuhkan sosok yang mampu memberi dampak nyata, bukan sekadar sensasi.

Arah Erick Thohir: Eropa Jadi Kunci?

Dalam percakapan santai, Bung Ropan sempat mencoba menggali ke mana arah pemikiran sang Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengenai kandidat pelatih baru.

“Saya sempat menanyakan ke Pak Erik ya bicara, 'kira-kira yang bagus yang gimana pak ketua, kalau mau cari setelah era STY dan Kluivert ini?', saya coba untuk memancing dia bilang oh belum ada,” cerita Ronny.

Namun, ketika obrolan berlanjut, muncul sedikit petunjuk menarik. 

“Saya coba lagi masuk mancing-mancing dikit ya, 'kira-kira ini di mana Asia kah atau dari Eropa?' Wah pancing-pancing aja nih Bung Ropan nih, udah kalau mau persentasi tertinggi ya memang harus Eropa itu yang dia bilang,” ungkapnya.

Pernyataan itu seolah mengonfirmasi arah angin. Pelatih baru Timnas kemungkinan besar berasal dari Eropa, benua yang dikenal dengan tradisi taktik, organisasi, dan mental juara yang kuat.

Namun, memilih pelatih top Eropa bukan perkara mudah. Selain soal kualitas, angka kontrak menjadi pertimbangan besar. 

“Kalau STY dan Patrick Kluivert misalnya sebulan dapat 1,3 M gajinya misalnya, pasti dari Eropa bisa ada sebulan bisa 5 M tuh ya atau bahkan lebih tinggi,” ujar Ronny.

Kandidat-Kandidat “Bocoran” yang Muncul

Nama-nama besar mulai beredar dari Luis van Gaal hingga Roberto Mancini, dari Jose Mourinho hingga pelatih berdarah Ambon, Giovanni van Bronckhorst.

“Muncul lagi nama-nama kan sebelumnya ada Luis Van Gaal ini akan datang, itu setahun dia 75 miliar, kan berarti bisa rata-rata tuh per bulan 7 miliar lebih kalaupun ada nego-nego bisa 5 M tapi sudah terlalu tua, Van Gaal 74 tahun artinya sudah sakit-sakitan juga jadi ini akan berbahaya buat kita, harus mencari kalau boleh di bawah 60 tahun itu kan lebih fresh lebih bagus ya,” jelas Ronny.

Ronny mengatakan bahwa nama Roberto Mancini dianggapnya sebagai paling realistis dan cocok untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia selanjutnya.  Pelatih asal Italia itu dianggap punya koneksi kuat dengan Erick Thohir dari masa di Inter Milan. 

“Jadi kalau Pak Erik ada kode-kode halus bahwa ini dari Eropa, saya berpikir bahwa kalau Eropa ada Roberto Mancini juga enak ya dengan Pak Erik itu di Inter Milan oke. Mancini ini bagus bawa Italia itu juara di Eropa, juara Euro jadi okelah,” katanya.

Sementara nama lainnya yang disebut Bung Ropan adalah Jose Mourinho yang merupakan sahabat lama Erick Thohir di ranah Eropa. Menurutnya Mourinho tetap menjadi nama yang selalu mengundang antusiasme. 

“Atau mungkin ya kita enggak tahu ya kalau dia bisa mendapatkan Jose Mourinho juga teman baik dari Pak Erick juga kan Mourinho oke enggak usah terbantahkan lah dia punya rekor-rekor bagus di Inter pernah bawa treble, di Chelsea juga pernah juara jadi semua yang dia tangani itu oke.”

Namun realistisnya, menurut Bung Ropan gaji Mourinho bisa jadi penghalang besar untuk bisa menahkodai skuad Garuda selanjutnya.

“Dua-dua bagus ya, bermain juga dengan pragmatis oke apalagi Mourinho tapi kan masalahnya soal nantinya kontrak terlalu tinggi. Saya pikir mungkin Mourinho enggak ya kalau Mancini masih memungkinkan,” ujar Ronny menambahkan.

Di luar dua nama elite itu, ada pula opsi pelatih muda potensial seperti Mark van Bommel dan Giovanni van Bronckhorst, sosok yang disebut punya nilai emosional tersendiri bagi Indonesia. 

“Kenapa Giovanni Van Bronckhorst ini punya darah Maluku oke punya darah Ambon dan dia pelatih yang bagus di Rangers yang juga sukses sekarang menjadi asisten pelatih bagi Arne Slot di Liverpool,” kata Ronny.

Selain nama-nama dari Eropa, muncul pula beberapa kandidat yang berkarier di Asia dan Timur Tengah, seperti Jesus Casas (eks pelatih Irak), Timur Kapadze (Uzbekistan), hingga beberapa nama yang akrab di telinga pecinta Liga 1 seperti Bojan Hodak (Persib Bandung), Tavares (eks PSM), atau Jan Olde Riekerink (Dewa United).

“Semua nama bisa, cuma kalau melihat dari kode yang dilakukan oleh Pak Erik bahwa ini dari Eropa, saya pikir ini pelatih yang bagus mungkin mereka lagi godok sedang digodok oleh PSSI saat ini belum buru-buru untuk bisa diumumkan, harus ditahan-tahan dulu,” terangnya.

Dengan semua spekulasi dan kalkulasi yang beredar, satu hal tetap pasti publik Indonesia menanti sosok yang tak hanya hebat di atas kertas, tapi juga punya visi jelas untuk sepak bola jangka panjang.

Era baru Timnas Indonesia bukan sekadar pergantian nama. Ini tentang arah, tentang harapan, dan tentang membawa Garuda terbang lebih tinggi bukan hanya di Asia, tapi di panggung dunia.