ID EN

Bung Ropan Sebut Penyebab Kekalahan Persija dari Persib Akibat Blunder Fatal Sousa

Senin, 11 Mei 2026 | 17:12

Penulis: Respaty Gilang

Bung Ropan
Pengamat sepak bola, Ronny Pangemanan.
Sumber: Itsme

Laga El Clasico antara Persija Jakarta dan Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda pada Minggu, 10 Mei 2026, menyajikan drama sepak bola yang intens. Meskipun Persija Jakarta tampil mendominasi permainan, Persib Bandung keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1, membuktikan bahwa dalam sepak bola, efektivitas lebih berharga daripada statistik semata.

Sepanjang pertandingan, Persija Jakarta menunjukkan permainan atraktif dengan penguasaan bola mencapai 63% berbanding 37%. Namun, dominasi tersebut terasa semu. Persib Bandung, di bawah arahan Bojan Hodak, tampil jauh lebih efisien. Meskipun hanya melepaskan tujuh tembakan, mereka mampu mengonversi peluang menjadi gol krusial.

Pengamat sepak bola Ropan Pangemanan alias Bung Ropan menyatakan bahwa titik balik Persib setelah sempat tertinggal lebih dahulu dari Persija terjadi akibat kesalahan fatal Sousa, yang bolanya berhasil direbut oleh Adam Alis. Gol penyama kedudukan tersebut seketika meruntuhkan mental Macan Kemayoran.

"Dengan dua tim yang sama secara kulitas siapa yang membuat gol lebih dulu peluang menangnya tinggi, sebelum ada blunder yang fatal dibuat oleh Saosa," papar Ropan di Podcast Itsme.

Bojan Hodak kemudian menunjukkan kecerdikan taktisnya dengan mengubah gaya bermain menjadi lebih bertahan guna mengamankan keunggulan 2-1 di babak kedua, yang ditopang oleh kedalaman skuad serta ketangguhan kiper Teja Paku Alam.

Mental Juara dan Tekanan di Papan Atas

Kemenangan ini menegaskan bahwa Persib Bandung memiliki mental baja. Mampu membalikkan keadaan dalam laga dengan tensi tinggi menunjukkan kapasitas mereka sebagai kandidat kuat peraih gelar juara musim ini. Sebaliknya, hasil ini memberikan tekanan berat bagi Borneo FC. 

"Saya pikir yang stres kemarin itu bukan Persib atau Persija, tapi Borneo. Mereka nonton pertandingan itu dan berharap Persija mendapatkan hasil maksimal yang positif," ungkap Ropan.

Secara keseluruhan, Ropan menilai laga ini menjadi pengingat bahwa sepak bola modern tidak selalu tentang keindahan permainan, namun hasil akhir adalah segalanya.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!