MotoGP Mandalika 2025, Balapan Rasa Liburan Tropis di Tengah Pantai Eksotis
Rabu, 1 Oktober 2025 | 12:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara
Bagi sebagian pembalap dunia, Sirkuit Pertamina Mandalika bukan sekadar lintasan untuk adu cepat, melainkan sebuah tempat liburan tropis dengan pemandangan yang tak ada duanya.
Bentangan pantai dengan pasir putih, air laut biru yang berkilau, dan bukit hijau yang mengelilingi trek, membuat ajang MotoGP Indonesia selalu punya pesona berbeda dari seri balapan lain.
Franco Morbidelli, pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, bahkan menyebut pengalaman membalap di Mandalika terasa seperti berlibur.
BACA JUGA
MotoGP Mandalika 2025 Jadi Istimewa: Ada Batik di Livery Pertamina VR46
Jelang Regulasi Baru MotoGP 2027, VR46 Rancang Strategi Besar Pembalap
Buru Posisi Kedua Klasemen Akhir MotoGP 2025, Alex Marquez Coba Lepas dari Bayangan Sang Kakak
"Ini indah untuk bisa balapan di Indonesia, terutama karena ini tempat yang indah. Sirkuit ini terletak di pulau yang magis, dan ini tidak terlihat seperti tempat balapan, ini terlihat lebih seperti tempat liburan, pasir, pantai yang indah, dan semuanya," kata Morbidelli dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 30 September 2025.
Selain panorama alam, Morbidelli juga mengaku energi dari penonton Indonesia membuat atmosfer balapan semakin spesial.
"Kami juga memiliki sponsor utama, yang merupakan perusahaan minyak terbesar untuk Indonesia dan Asia secara keseluruhan. Jadi, kami memiliki dukungan tambahan, dari orang-orang di Pertamina, dan kemudian lagi, dari penonton Indonesia yang menggunakan Pertamina," ujarnya.
Dengan semangat itu, Morbidelli yang baru saja meraih hasil positif di GP Jepang dengan finis kelima, bertekad tampil maksimal bersama rekannya, Fabio Di Giannantonio.
"Jadi, ini akan menjadi tugas yang penting untuk melakukan yang terbaik, dari kami berdua, dari saya, dan Fabio (Di Giannantonio)," tambahnya.
Sama seperti Morbidelli, Di Giannantonio pun jatuh hati pada Mandalika.
"Tentu saja, sirkuitnya luar biasa. Tata letak sirkuit yang sangat menyenangkan," kata Diggia, sapaan akrabnya.
Bagi pembalap bernomor 49 itu, balapan di Mandalika serasa seperti bermain di kandang sendiri.
"Ini rasanya seperti pertandingan di kandang sendiri bagi kami, bagi orang-orang yang mendukung, bagi Pertamina Enduro, tentu saja, yang memberi kami lebih banyak dorongan di lintasan," ujarnya.
Ia juga mengaku terpesona oleh nuansa magis yang diciptakan alam sekitar Mandalika.
"Energi di sekitar, seperti yang saya katakan, dari alam (di sekitar sirkuit), sangat luar biasa. Jadi, saya benar-benar tak sabar untuk bergabung di sirkuit setiap kali saya datang ke sini, untuk melihat penonton, dan orang-orang, dan menikmati akhir pekan secara umum," kata Diggia.
Musim ini, baik Morbidelli maupun Diggia akan tampil dengan livery spesial bercorak batik berwarna Merah Putih yang dipadukan dengan kuning neon khas tim VR46. Sebuah simbol kolaborasi antara budaya lokal dan semangat global.
GP Indonesia di Mandalika, yang akan berlangsung 3–6 Oktober 2025, sekaligus menandai tahun keempat sirkuit ini masuk kalender resmi MotoGP.
Dari tahun ke tahun, Mandalika bukan hanya jadi lintasan balap kelas dunia, melainkan juga panggung di mana keindahan alam Indonesia berpadu dengan gemuruh mesin motor paling kencang di planet ini.(Antara)***










