ID EN

Gebrakan The Rizkianto! Tenun Sulam Garut Tampil Sekelas Haute Couture di JFW 2026

Kamis, 30 Oktober 2025 | 10:30

Penulis: Arif S

Jakarta Fashion Week 2026
Gelaran mode Jakarta Fashion Week (JFW) 2026, di Jakarta.
Sumber: Antara/Sri Dewi Larasati

Ada aroma kemewahan lembut tercium dari panggung Jakarta Fashion Week (JFW) 2026. Di antara cahaya lampu dan lantunan musik yang mengalun tenang, jenama fesyen The Rizkianto tampil memukau dengan koleksi terbarunya bertajuk “Casa”, sebuah karya yang membawa napas Garut hingga ke panggung mode global.

“Casa” berarti rumah. Dalam rumah yang dibangun Direktur Kreatif, Dery Rizkianto, setiap helai tenun sulam Garut menjadi tamu kehormatan yang disambut hangat gaya Eropa klasik. 

Koleksi ini bukan sekadar pameran kain, tapi perjalanan artistik yang menjembatani tradisi dan modernitas.

“Aku benar-benar ingin membuat tenun menjadi lebih serbaguna, tidak monoton harus yang sangat tradisional, yang mungkin orang mikir kayak ‘oh tenun cuma bisa dipakai seperti ini, seperti itu’. Tapi aku ingin membawa tenun ke posisi yang lebih global,” ujar Dery Rizkianto, dalam konpers JFW 2026 di Jakarta, Rabu 29 Oktober 2025.

Visi itu terasa jelas pada setiap potongan busana. The Rizkianto berkolaborasi dengan perajin Garut untuk menciptakan kain dan benang tenun khusus. 

Tak hanya unik, prosesnya juga penuh ketelitian. Benang metalik bernuansa emas-sampanye disulam dengan tangan, menciptakan pola melingkar yang halus dan elegan.

“Jadi kita custom kain itu sendiri jadi, kita sorting benang itu sendiri one of a kind yang belum pernah diproduksi di Garut. Bisa dibilang mungkin ini satu-satunya kain tenun Garut yang menggunakan benang itu,” kata Dery.

Hasilnya? Sebuah transformasi revolusioner. Tenun yang selama ini dikenal dengan motif tradisional kini tampil dengan motif polkadot kontemporer, sesuatu yang jarang, bahkan nyaris tak pernah dilakukan dalam dunia tenun Garut. 

Sentuhan itu menghadirkan kesan glamor dan feminin khas era 1950-an, seolah mengundang imajinasi tentang pesta dansa di kota Paris, namun dengan jiwa Nusantara.

Koleksi “Casa” tampil dalam 13 look memukau, mulai dari gaun panjang, jaket berstruktur, hingga rok elegan dengan dominasi warna hitam dan emas. 

Setiap langkah model di runway seperti menegaskan, tenun Garut tak lagi hanya milik masa lalu, melainkan bahasa baru dalam mode dunia.

Dalam peragaan busana Cita Tenun Indonesia bertajuk “Liminal”, The Rizkianto membuktikan tradisi bisa bersuara lembut tapi bergaung jauh. 

“Casa” bukan sekadar koleksi tetapi rumah bagi kolaborasi, inovasi, dan kebanggaan akan wastra Indonesia.

Malam itu, di tengah gemerlap JFW 2026, penonton tahu bahwa Garut kini tak hanya dikenal karena dodolnya, tapi juga karena tenunnya yang bisa berjalan anggun di catwalk dunia.(Antara)