ID EN

Bisakah Rekor Sempurna Mbappe Bawa Madrid Berjaya di El Clasico?

Minggu, 26 Oktober 2025 | 15:31

Penulis: Respaty Gilang

Kylian Mbappe
Kylian Mbappe menyamai pencapaian gol Cristiano Ronaldo di Real Madrid.
Sumber: Antaranews

Malam di Santiago Bernabéu selalu punya cara untuk menegangkan napas para pencinta sepak bola. Tapi El Clasico kali ini terasa berbeda,bukan hanya karena gengsi dua raksasa Spanyol, melainkan karena ada semangat baru di tubuh Real Madrid. 

Xabi Alonso, yang kini berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih kepala, tengah memimpin proyek ambisius untuk menegaskan kembali dominasi Los Blancos setelah musim lalu jadi mimpi buruk.

Madrid datang ke laga pekan ke-10 Liga Spanyol 2025/2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Empat kemenangan beruntun di liga, performa yang makin solid, dan mesin gol baru bernama Kylian Mbappe yang tak berhenti menebar ancaman. 

“Saya melihatnya sama bagusnya dan orang-orang juga sama termotivasinya. Kami tahu arti dari pertandingan ini dan hasratnya,” kata Alonso seperti dikutip dari laman resmi klub. 

Di bawahnya, Mbappe bersiap menulis bab baru dalam sejarah El Clasico, laga yang sudah memberinya lima gol sejauh ini, termasuk trigol sensasional musim lalu meski timnya kalah 3-4 dari Barcelona.

Menariknya, catatan Mbappe melawan Barca sudah jadi semacam mitos tersendiri. Sejak masih berseragam PSG, ia selalu tampil panas di hadapan Blaugrana, enam gol dari empat pertemuan, termasuk rekor sempurna membobol gawang Wojciech Szczesny setiap kali berhadapan. 

Alonso pun sadar betul, El Clasico kali ini bukan sekadar adu strategi, tapi juga ujian karakter. 

“Kami sedang berupaya bagaimana kami bisa lebih efisien dan apa yang harus dilakukan untuk tampil baik, dan bagaimana hal itu bisa menjadi penentu paling penting dalam mekanisme kolektif,” ujarnya.

Namun, bayangan masa lalu belum sepenuhnya hilang. Madrid musim lalu tak sekalipun menang dari empat pertemuan El Clasico, termasuk kekalahan memalukan 0–4 di Bernabéu dan dua kekalahan di final turnamen besar, Piala Super Spanyol dan Copa del Rey. 

Kini, Alonso datang dengan pendekatan berbeda, lebih cair, lebih adaptif, dan lebih agresif di transisi. 

“Musim lalu berbeda dengan sekarang. Proyek kami tidak lagi sama dan baru dimulai,” tegasnya.

Sementara itu, di kubu seberang, Hansi Flick membawa Barcelona yang sedang mencoba menemukan ritme setelah dua kekalahan dari empat laga terakhir. 

“Kami ingin membawa momentum kemenangan pada beberapa pertandingan terakhir dalam laga El Clasico nanti," kata Jude Bellingham, motor lini tengah Madrid.

Dengan Madrid memimpin klasemen dengan 24 poin dan Barca dua poin di belakang, laga ini bukan cuma pertarungan gengsi, tapi juga duel perebutan supremasi awal musim.

Dalam konteks sejarah, El Clasico tetap menjadi panggung rivalitas paling ikonik dalam dunia sepak bola. Dari total 206 pertemuan, Madrid masih unggul dengan 105 kemenangan, sementara Barcelona menguntit dengan 103. Tapi di musim lalu, justru Blaugrana yang menorehkan empat kemenangan beruntun, sebuah sinyal bahwa Alonso dan pasukannya punya banyak hal untuk dibalas.

Lebih dari sekadar skor akhir, El Clasico selalu menjadi barometer kualitas generasi baru. Kini, di bawah Alonso dan Flick, laga ini bukan cuma nostalgia antara dua klub besar, tapi juga laboratorium taktik modern, di mana filosofi menyerang khas Spanyol bertemu sains sepak bola Eropa modern.

Satu hal yang pasti, malam di Bernabéu nanti akan jadi ujian mental, bukan hanya bagi Mbappe dan rekan setimnya, tapi juga bagi proyek kebangkitan Real Madrid yang sedang dibangun dengan sabar dan cerdas.