ID EN

Palestina Lindungi Situs Arkeologi dari Ancaman, Pariwisata Jadi Bagian Strategi

Minggu, 9 Agustus 2026 | 16:00

Penulis: Arif S

Kota Tua Yerusalem (Al-Quds)
Dokumentasi - Kota Tua Yerusalem (Al-Quds).
Sumber: Antara Foto/Muhammad Adimaja

Di tengah lanskap perbukitan Hebron, sejumlah situs arkeologi menyimpan cerita panjang tentang sejarah Palestina. Bagi pemerintah setempat, peninggalan tersebut bukan sekadar bangunan tua atau jejak masa lalu, tetapi bagian penting dari identitas nasional yang perlu dirawat dan dilindungi.

Menteri Pariwisata dan Kepurbakalaan Palestina Hani Al-Hayek menekankan pentingnya memperkuat upaya nasional untuk mengawasi dan melindungi situs-situs arkeologi serta sejarah.

Pesan itu disampaikan Al-Hayek saat meninjau sejumlah situs bersejarah dan arkeologi di Kota Al-Karmel, Yatta, dan Beit 'Amra, Kegubernuran Hebron, Palestina, Sabtu 8 Agustus.

Dalam kunjungan itu, Al-Hayek melihat langsung kondisi Qasr Al-Karmil, Qisarya, Khirbet Umm Al-Amad, dan Khirbet Beit 'Amra. Ia mempelajari kondisi situs sekaligus apa yang diperlukan untuk menjaga keberadaannya.

Bagi Palestina, perlindungan warisan sejarah berjalan beriringan dengan upaya menghidupkan kembali potensi pariwisata.

Situs Sejarah Masuk Peta Pariwisata Palestina

Al-Hayek menilai situs arkeologi perlu mendapat tempat lebih kuat dalam peta pariwisata Palestina. Upaya itu tidak hanya bertujuan memperkenalkan kekayaan sejarah kepada wisatawan, tetapi juga memperkuat perhatian terhadap keberadaan dan kelestarian situs.

Palestina memiliki beragam peninggalan arkeologi yang berkaitan erat dengan perjalanan sejarah serta identitas nasionalnya. Karena itu, pengelolaan situs tidak cukup hanya dengan mempertahankan kondisi fisiknya.

Pemerintah ingin menjadikan situs-situs tersebut sebagai ruang sejarah yang dapat dikunjungi dan dinikmati masyarakat.

Al-Hayek menegaskan kementeriannya akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat untuk melindungi serta mengembangkan situs-situs tersebut dengan sumber daya yang tersedia.

Rencana tersebut mencakup rehabilitasi sejumlah situs agar lebih ramah bagi pengunjung. Dengan demikian, peninggalan arkeologi tidak hanya berdiri sebagai saksi masa lalu, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata di Palestina.

Pariwisata untuk Menjaga Warisan Sejarah

Mengembangkan situs arkeologi menjadi destinasi wisata dinilai memiliki manfaat luas. Selain mendatangkan wisatawan dan menggerakkan perekonomian lokal, aktivitas pariwisata dapat menciptakan keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan budaya di lingkungan mereka.

Menurut Al-Hayek, menjadikan situs arkeologi Palestina sebagai tujuan wisata dapat membantu memperkuat kehadiran masyarakat setempat sekaligus meningkatkan perhatian nasional terhadap perlindungannya.

Pendekatan tersebut menempatkan pariwisata bukan hanya sebagai aktivitas perjalanan, tetapi juga sebagai salah satu cara mempertahankan warisan sejarah.

Sumber: WAFA

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!