ID EN

Luis Nani Yakinkan Fans Indonesia, Manchester United Akan Bangkit Lagi

Sabtu, 25 Oktober 2025 | 11:37

Penulis: Respaty Gilang

Luis Nani
Luis Nani saat masih aktif beramain di Manchester United.
Sumber: Antaranews

Legenda hidup Manchester United, Luis Nani, kembali menyuarakan optimisme untuk mantan klubnya yang kini tengah berjuang menemukan kembali kejayaannya. Dalam acara meet and greet eksklusif di toko resmi adidas Pacific Place, Jakarta Selatan, Jumat, 24 Oktober 2025, Nani berbicara dengan nada penuh harapan.

“Ini akan menjadi masa yang sangat sulit bagi klub itu setelah era yang sangat baik. Tapi sekarang kita mulai membangun tim baru, klub baru, era baru. Dan itu membutuhkan waktu,” kata Nani.

Nama Sir Alex Ferguson adalah simbol kejayaan Manchester United. Dalam 27 tahun masa kepelatihannya (1986–2013), Ferguson mempersembahkan 38 trofi, termasuk 13 gelar Liga Inggris dan dua trofi Liga Champions. Di bawah kendalinya, United bukan hanya klub sepak bola tapi juga institusi dominan yang ditakuti di seluruh Eropa.

Namun, sejak Ferguson pensiun pada Juni 2013, jalan Setan Merah tidak lagi semudah dulu. Dalam 12 tahun terakhir, United sudah ditangani oleh 10 pelatih berbeda, dari David Moyes, Louis van Gaal, José Mourinho, hingga Erik ten Hag.

Selama periode itu, klub hanya mampu menambah enam trofi, sebagian besar dari ajang domestik tanpa satupun trofi Liga Inggris atau Liga Champions.

Nani, yang mengenal langsung DNA juara era Ferguson, paham bahwa membangun ulang fondasi klub tidak semudah membalik telapak tangan.

“Dan kami tahu kami berada di pola pikir yang tepat. Semua pemain, semua orang mengerti apa yang kami butuhkan. Mereka berusaha sebaik mungkin. Jelas Anda tidak bisa berubah dalam sedetik,” ujar Nani yang mempersembahkan 12 trofi untuk United sepanjang 2007–2015.

Harapan di Era Ruben Amorim

Musim ini, Manchester United mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di bawah pelatih baru Rúben Amorim.

Pelatih asal Portugal itu yang sebelumnya sukses bersama Sporting Lisbon membawa semangat dan filosofi modern ke Old Trafford. Amorim dikenal dengan pendekatan taktik menyerang berbasis pressing cepat dan penguasaan bola, gaya yang sempat hilang sejak era Ferguson.

Sejak ditunjuk pada November 2024, Amorim perlahan menanamkan disiplin dan gaya bermain yang lebih dinamis. Hasilnya mulai terlihat ketika United menundukkan Liverpool 2-1 di Anfield kemenangan pertama mereka di kandang rival bebuyutan itu dalam sepuluh tahun terakhir.

Kemenangan tersebut juga menjadi dua kemenangan beruntun pertama United di bawah Amorim, menempatkan mereka di peringkat sembilan klasemen Liga Inggris dengan 13 poin, hanya berjarak enam angka dari Arsenal di puncak.

“Kita perlu membangun. Ada banyak pekerjaan yang perlu dilakukan di lapangan. Tapi Anda bisa melihatnya. Jadi kita mulai memenangkan pertandingan. Saya harap kita bisa meraih beberapa kemenangan beruntun. Karena kita akan memberikan lebih banyak kepercayaan diri kepada para pemain dan bahkan para penggemar,” tambah Nani.

Sabtu malam ini, United dijadwalkan menjamu Brighton & Hove Albion di Old Trafford, laga yang bisa jadi momentum penting bagi Amorim untuk menjaga tren positif dan mengembalikan aura “Theatre of Dreams” yang sempat pudar.

Optimisme yang Tak Pernah Padam

Dalam pandangan Nani, yang kini menjadi duta global untuk berbagai kegiatan sepak bola dan amal, spirit juara United tidak akan pernah mati. Ia percaya klub yang pernah membesarkan namanya itu hanya butuh waktu untuk menyatu kembali, seperti masa ketika dirinya, Cristiano Ronaldo, dan Wayne Rooney menjadi tulang punggung tim di lini depan.

“Kita tahu bahwa dalam waktu dekat, masa-masa indah akan kembali. Jadi, kita harus percaya. Kita perlu terus berjuang. Berikan energi yang baik kepada tim, kepada klub. Dan kemudian kita akan melihat kejayaannya,” tutup Nani.

Optimisme itu terasa menular. Karena bagi fans United di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, yang menjadi salah satu basis suporter terbesar klub ini di Asia,ucapan seorang legenda bukan sekadar nostalgia. Itu adalah janji bahwa semangat merah masih menyala, menunggu waktunya kembali bersinar di puncak sepak bola dunia.