Pressing Tinggi Persebaya Menghukum Persija, Debut Shin Tae-yong Berakhir Pahit

Senin, 27 Juli 2026 | 12:00

Penulis: Rojes Saragih

Risto Mitrevski (Persebaya) berebut bola dengan Figo Dennis (Persija) dalam laga Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion GBT Surabaya
Risto Mitrevski (Persebaya) berebut bola dengan Figo Dennis (Persija) dalam laga Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion GBT Surabaya, 26/7/2026.
Sumber: Antara/Rizal Hanafi

Surabaya – Gol bunuh diri Radovan Pankov memang tercatat sebagai penentu kemenangan Persebaya Surabaya atas Persija Jakarta. Namun bagi Bernardo Tavares, momen itu bukanlah sebuah kebetulan.

Gol itu lahir dari sesuatu yang sejak awal menjadi senjata utama Persebaya: tekanan tinggi.

Strategi itu memaksa Persija melakukan kesalahan fatal di lini belakang, mengantar Bajul Ijo menang tipis 1-0 pada laga pembuka Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (26/7/2026).

Kemenangan itu membawa Persebaya mengoleksi tiga poin dan menempati posisi kedua klasemen sementara Grup B, hanya kalah selisih gol dari juara bertahan Port FC.

Sebaliknya, Persija mengawali era Shin Tae-yong tanpa poin dalam laga resmi pertamanya bersama Macan Kemayoran.

Dominan Sejak Awal, tetapi Belum Menemukan Gol

Pertandingan memperlihatkan dua tim yang datang dengan tingkat kesiapan berbeda.

Persebaya langsung mengambil inisiatif permainan. Tuan rumah lebih banyak menguasai bola, memanfaatkan lebar lapangan, dan berusaha memecah pertahanan Persija melalui kombinasi Francisco Rivera, Miguel Pereira, dan Malik Risaldi.

Dominasi itu sudah terlihat sejak babak pertama.

Persebaya lebih banyak menguasai bola dan menciptakan peluang, sementara Persija memilih bertahan rapat sambil menunggu kesempatan menyerang balik.

Meski demikian, disiplin lini belakang Macan Kemayoran membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum. Persebaya unggul dalam penguasaan bola dan jumlah peluang pada 45 menit pertama, tetapi Persija mampu mempertahankan organisasi pertahanannya.

Di sisi lain, Persija sesekali mengancam lewat transisi cepat. Ernando Ari dipaksa melakukan penyelamatan penting pada awal laga, tetapi setelah itu Persebaya kembali mengambil alih ritme permainan.

Pressing yang Menghasilkan Gol

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-64.

Bermula dari tekanan tinggi Persebaya di area pertahanan Persija, Radovan Pankov mengirim umpan balik ke Aqil Savik dalam situasi tertekan. Bola gagal diantisipasi sang kiper dan justru masuk ke gawang sendiri.

Secara statistik, gol itu tercatat sebagai gol bunuh diri.

Namun Bernardo Tavares melihatnya dengan cara berbeda.

"Gol yang menentukan pertandingan berawal dari pressing tinggi yang kami lakukan dengan sangat baik. Kadang-kadang keberuntungan memang diperlukan, tetapi keberuntungan datang dari kerja keras," ujar pelatih asal Portugal itu seusai pertandingan.

Komentar itu menjelaskan bahwa kesalahan Persija bukan sekadar insiden. Persebaya sengaja membangun tekanan ketika lawan mencoba memainkan bola dari belakang, memaksa pengambilan keputusan yang terburu-buru hingga akhirnya menghasilkan gol penentu.

Setelah unggul, Persebaya tetap mampu menjaga organisasi permainan.

Persija memang meningkatkan intensitas serangan, bahkan sempat mencetak gol melalui sundulan Denis Kolinger pada masa injury time. Namun gol tersebut dianulir karena offside sehingga kemenangan tetap menjadi milik Bajul Ijo.

Dua Tim, Dua Tahap Persiapan

Hasil pertandingan ini juga menggambarkan kondisi kedua tim yang sama-sama masih berada dalam fase pramusim.

Bernardo mengaku terkejut dengan tingginya intensitas pertandingan.

Ia bahkan membatalkan beberapa pergantian pemain yang telah direncanakan karena laga berjalan jauh lebih keras daripada yang diperkirakan untuk ukuran turnamen pramusim.

Meski menang, ia masih menyoroti disiplin pemain setelah Persebaya menerima beberapa kartu kuning, termasuk yang diterima Yuran Fernandes.

Bek Persebaya Risto Mitrevski menegaskan kemenangan itu baru menjadi langkah awal. Menurutnya, Bajul Ijo baru menjalani latihan sekitar tiga pekan sehingga masih banyak ruang untuk berkembang.

Di kubu Persija, Shin Tae-yong justru meminta publik tidak terburu-buru menilai timnya.

Pelatih asal Korea Selatan itu mengungkapkan skuadnya belum sempat menjalani latihan taktik secara utuh.

Waktu persiapan yang sangat singkat membuat koordinasi antarpemain belum terbentuk, termasuk komunikasi antara lini belakang dan penjaga gawang yang akhirnya berujung pada gol bunuh diri.

"Kami belum pernah latihan taktik dan belum bisa menyatukan permainan antarpemain. Mungkin dari pandangan suporter permainan kami belum tajam, tetapi secara fisik akan semakin membaik," ujar Shin Shin Tae-yong, dikutip Antara.

Pengakuan serupa datang dari Rio Fahmi. Bek Persija itu menilai waktu persiapan yang singkat membuat Macan Kemayoran belum mampu menampilkan permainan terbaiknya, meski ia optimistis tim akan berkembang seiring bertambahnya waktu latihan.

Persaingan Grup B Baru Memanas

Bagi Persebaya, kemenangan ini lebih dari sekadar tambahan tiga poin. Bajul Ijo memperlihatkan identitas permainan yang mulai terbentuk melalui pressing agresif dan transisi cepat, meski penyelesaian akhir masih perlu dibenahi.

Sebaliknya, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa Shin Tae-yong masih membutuhkan waktu untuk membangun Persija sesuai filosofi yang diinginkannya.

Debut resminya memang berakhir dengan kekalahan, tetapi pelatih asal Korea Selatan itu sejak awal memang tidak menempatkan Piala Presiden sebagai tujuan akhir, melainkan bagian dari proses membentuk tim menuju musim kompetisi.

Kini tantangan kedua tim semakin besar.

Persebaya akan menghadapi PSMS Medan dengan modal kemenangan dan kepercayaan diri. Sementara Persija langsung berhadapan dengan juara bertahan Port FC—tim yang sehari sebelumnya juga membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan atas PSMS.

Di Grup B, tiga poin memang menjadi pembeda di klasemen.

Namun setelah laga pembuka ini, perbedaan yang paling jelas justru terlihat pada kesiapan kedua tim: Persebaya sudah mulai memainkan sepak bola yang diinginkan pelatihnya, sedangkan Persija masih berada pada tahap membangun fondasi permainan itu.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!