Dari Sumbar ke Dunia: Ngarai Sianok Targetkan Status Geopark UNESCO
Jumat, 1 Mei 2026 | 10:50
Penulis: Arif S

Sumber: Kemenpar
Jurang hijau di Bukittinggi yang membelah daratan Minangkabau menyimpan lebih dari sekadar keindahan. Ngarai Sianok tengah melangkah menuju pengakuan global sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark, tidak hanya menegaskan nilai geologinya, tetapi juga melindungi warisan alam dan budaya yang telah terjaga selama berabad-abad.
Dari ketinggian Panorama Lubang Jepang, terbentang alam memukau. Tebing curam, aliran sungai berkelok, dan lembah hijau membentang tanpa putus.
"Geosite Minangkabau di area Ngarai Sianok kami mengusulkan untuk ditingkatkan, kalau sudah nasional ke UNESCO Global akan jadi landmark dunia," ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
BACA JUGA
DXI 2026 Perkuat Indonesia Jadi Surga Wisata Alam dan Petualangan Global
Jam Gadang 100 Tahun, Kemenpar Perkuat Branding Wisata Sumbar
Kunjungan Turis Meningkat, Pariwisata Penopang Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi
Bagi pemerintah, pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark bukan sekadar simbol prestise, melainkan pintu menuju perhatian dunia.
"Sehingga Turis Asing bisa datang lebih banyak, kita lihat seperti objek Wisata Danau Toba di Sumatra Utara," katanya.
Langkah menuju pengakuan itu kini tengah dipersiapkan secara serius. Pemerintah daerah, bersama tim verifikasi internasional, menyusun berbagai persyaratan yang dibutuhkan.
Wali Kota Ramlan Nurmatias menegaskan kawasan ini memiliki fondasi kuat untuk diakui secara global.
"Sudah sepantasnya Ngarai Sianok diakui secara global, nilai keasliannya tetap terpelihara hingga saat ini dari sisi geologi dan budaya. Proses penyiapan syarat dipenuhi untuk dimajukan ke PBB tahun depan," kata Ramlan.
Perjalanan ini tidak hanya tentang lanskap, tetapi juga tentang narasi. Di sisi ngarai, Lubang Jepang berdiri sebagai saksi sejarah, menghubungkan memori masa lalu dengan upaya pelestarian masa depan.
Ngarai Sianok membentang di dua wilayah Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, menjadi ruang hidup bagi budaya, ekosistem, dan cerita yang terus berkembang.
Jika langkah ini berhasil, Ngarai Sianok tidak hanya akan menjadi kebanggaan Sumatra Barat, tetapi juga titik temu ANTARA manusia dan alam yang diakui dunia.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!