Klopp Pimpin Timnas Jerman, Tegaskan Die Mannschaft Bisa Kalahkan Tim Mana Pun

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00

Penulis: Arif S

Jurgen Klopp
Jurgen Klopp.
Sumber: Antaranews

Era baru Tim Nasional Jerman baru saja dimulai. Juergen Klopp ditunjuk sebagai pelatih Die Mannschaft menggantikan Julian Nagelsmann yang dipecat setelah kegagalan Jerman di Piala Dunia 2026. 

Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengumumkan penunjukan Klopp melalui akun resmi mereka. Kehadiran pelatih berusia 59 tahun itu menjadi langkah besar DFB untuk membangun kembali kekuatan timnas setelah Jerman tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

“Selamat datang Juergen! Juergen Klopp secara resmi menjadi pelatih timnas Jerman,” tulis DFB dalam laman Instagram.

Presiden DFB Bernd Neuendorf menyebut sejak awal Klopp merupakan sosok pilihan utama federasi untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Jerman. Negara dengan koleksi empat gelar Piala Dunia itu terakhir kali menjadi juara dunia pada edisi 2014 di Brasil.

"Kami telah melakukan pembicaraan sangat intensif dalam beberapa pekan terakhir. Dia adalah pilihan utama kami sejak awal; kami semua di dalam asosiasi sepakat tentang hal itu. Kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk merekrut Jürgen," ujar Neuendorf.

Dalam menjalankan tugasnya, Klopp akan kembali bekerja bersama orang-orang kepercayaannya saat masih menangani Liverpool. Pepijn Lijnders ditunjuk sebagai asisten pelatih, sementara Peter Krawietz menjadi tangan kanan Klopp di tim kepelatihan.

Selain itu, mantan pemain Borussia Dortmund Sven Bender menjadi staf pelatih untuk membantu proses transformasi timnas.

Setelah meninggalkan Liverpool pada 2024, Klopp sempat menjabat sebagai Direktur Olahraga Red Bull selama dua musim. Namun, kesempatan menangani timnas menarik dirinya kembali ke lapangan.

Menurut berbagai laporan media Jerman, Klopp telah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun atau hingga Piala Dunia 2030. Sebelum itu, ia akan memimpin Jerman di Piala Eropa 2028 yang digelar di Inggris, Irlandia Utara, Republik Irlandia, Skotlandia, dan Wales.

Klopp menyampaikan keyakinannya pada potensi skuad Jerman. Menurutnya, Die Mannschaft tidak perlu terus membandingkan diri dengan Prancis, Spanyol, maupun Argentina.

"Tidaklah penting untuk terus membandingkan diri dengan Prancis, Spanyol, atau Argentina. Hal terpenting adalah melihat diri sendiri dan cara kita bermain sepak bola," tegasnya dikutip dari akun X resmi media Jerman iMiaSanMia.

Klopp mengatakan kekuatan sebuah tim tidak hanya ditentukan kualitas individu, tetapi juga identitas permainan kolektif.

"Saat kita di Jerman bertanya, 'Apakah kita sehebat Prancis?' jawabannya adalah tidak; itu tidak benar. Sehaeusnya pertanyaannya adalah, 'Apakah kita memiliki pemain seperti Dembélé, Mbappé, Doué, atau Barcola?' Jawabannya pun tidak. Namun, kita tetap bisa mengalahkan mereka," kata Klopp.

Meski antusias memulai petualangan barunya, Klopp mengakui masih membutuhkan waktu untuk mengenal lebih dalam para pemainnya.

Laga debut Klopp bersama Timnas Jerman dijadwalkan pada 25 September menghadapi Belanda dalam pertandingan pembuka UEFA Nations League.

"Untungnya, pertandingan pertama tidak berlangsung besok. Saya pasti akan kewalahan. Saya akan menyaksikan pertandingan di setiap negara tempat para pemain kami berada, termasuk di sini, di Jerman, tentunya," katanya.

Ia menegaskan prioritas utamanya dalam beberapa pekan pertama sebagai pelatih adalah membangun komunikasi dengan pemain.

"Belakangan ini, saya telah memperoleh banyak sekali wawasan. Menjaga komunikasi dengan para pemain sangat penting, dan saya akan berusaha menghubungi mereka sejak awal. Itu akan menjadi tugas pertama saya," pungkasnya.



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!