ID EN

Beda Nasib Dua Rival Sekota di Liga Champions: Real Madrid Sempurna, Atletico Merana

Kamis, 23 Oktober 2025 | 10:30

Penulis: Arif S

Real Madrid
Klub La Liga Real Madrid.
Sumber: Wikimedia

Beda nasib duo Madrid di pentas Eropa. Di saat Real Madrid melangkah mantap menjaga rekor sempurna di Liga Champions musim ini, sang rival sekota Atletico Madrid justru babak belur di London dengan kekalahan telak.

Kamis 23 Oktober 2025 dini hari WIB di Santiago Bernabeu, Real Madrid menunjukkan kelasnya sebagai raja Eropa. Gol tunggal Jude Bellingham menjadi pembeda dalam laga ketat melawan Juventus yang berakhir 1-0. 

Sementara sehari sebelumnya, di Stadion Emirates, Atletico Madrid tak berdaya dibantai Arsenal 0-4, malam yang penuh penderitaan bagi pasukan Diego Simeone.

UEFA, kemenangan atas Juventus membuat Los Blancos mengoleksi 9 poin dari tiga laga, Kemenangan ini menempatkan Real Madrid di posisi kelima klasemen sementara fase liga Liga Champions.

Madrid Menang Berkat Bellingham

Dikutip dari laman resmi Laga kontra Juventus tak berjalan mudah. Tim tamu sempat menekan sejak awal, menciptakan peluang lewat Federico Gatti dan Dusan Vlahovic. Namun penampilan gemilang Thibaut Courtois di Bawah mistar menjaga gawang Madrid tak kebobolan.

Madrid baru menemukan ritme di pertengahan babak pertama. Brahim Diaz dan Kylian Mbappe bergantian mengancam, tapi kiper Juventus, Michele Di Gregorio, tampil luar biasa.

Gol penentu baru datang di menit ke-57. Aksi individu Vinicius Junior diakhiri dengan tembakan yang membentur tiang gawang. Bola pantul disambar Bellingham ke gawang kosong. Gol itu sudah cukup untuk memastikan 3 poin bagi Madrid, sekaligus memperpanjang tren sempurna di tiga laga fase grup.

Dengan hasil ini, Real Madrid semakin dekat ke babak 16 besar, menegaskan status mereka sebagai tim paling konsisten di Eropa.

Atletico Tumbang Telak di London

Sebaliknya, nasib tragis dialami Atletico Madrid. Dalam lawatan ke London, klub berjuluk Los Colchoneros itu dibantai Arsenal dengan skor mencolok 0-4.

Atletico sempat bertahan dengan rapat di babak pertama, tapi gempuran Arsenal akhirnya berbuah gol di menit ke-57 lewat Gabriel Magalhaes memaksimalkan umpan Declan Rice.

Setelah itu, Arsenal berpesta. Gabriel Martinelli mencetak gol kedua di menit ke-64, disusul dua gol Viktor Gyokeres di menit ke-67 dan 70.

Meski Jan Oblak tampil heroik di beberapa momen, kecepatan dan variasi serangan Arsenal terlalu sulit dihentikan. Atletico pulang tanpa poin dan kini terpuruk di peringkat ke-18 dengan hanya 3 poin dari tiga pertandingan.

Dua pertandingan ini menggambarkan betapa tajamnya kontras di ibu kota Spanyol. Real Madrid di bawah asuhan Xabi Alonso, tampil seperti mesin yang efisien dan tenang dalam tekanan. Sebaliknya, Atletico Madrid seperti kehilangan identitas permainan keras dan disiplin yang dulu jadi ciri khas mereka.***