ID EN

'Marandang Dunia' di Tokyo: Ketika Aroma Rendang Menyatukan Indonesia dan Jepang

Rabu, 22 Oktober 2025 | 16:00

Penulis: Arif S

 Indonesia-Japan Friendship Festival (IJFF) 2025
Indonesia-Japan Friendship Festival (IJFF) 2025.
Sumber: Antara

Tokyo akhir pekan lalu terasa sedikit berbeda. Di antara hiruk pikuk taman Yoyogi yang biasanya penuh dengan warga lokal dan wisatawan, aroma rempah khas Minang tiba-tiba menyeruak, menggoda siapa pun yang melintas. Bukan tanpa alasan, di sanalah berlangsung acara “Marandang Dunia”, sebuah perayaan kuliner yang bukan hanya menggugah selera, tapi juga mencatatkan sejarah baru.

Dalam rangkaian Indonesia-Japan Friendship Festival (IJFF) 2025, komunitas Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) sukses memasak rendang terbanyak di luar negeri, hingga tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI). 

Menurut KBRI Tokyo, daging yang dimasak dalam kuali besar dengan cara tradisional itu mencapai 200 kilogram, cukup untuk makan satu kampung pecinta kuliner Nusantara.

Lebih dari sekadar memasak, kegiatan ini menjadi simbol dari hubungan erat antara dua bangsa yang disatukan cita rasa dan budaya.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Tokyo, Maria Renata Hutagalung, menyampaikan apresiasinya kepada para penyelenggara IJFF 2025 yang telah membuka ruang pertemuan hangat antara masyarakat Indonesia dan Jepang.

“Penyelenggaraan IJFF 2025 ini menjadi bukti kuatnya persahabatan kedua negara dengan semakin dekatnya hubungan antar warga masyarakat Indonesia dan Jepang dengan dilandasi oleh rasa saling menghormati dan rasa saling percaya yang terus sama-sama kita rawat,” ujar Maria.

Ia menambahkan, KBRI Tokyo selalu berupaya meningkatkan hubungan antar-masyarakat serta memperkuat pelayanan bagi warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang.

Festival Penuh Warna dan Rasa

IJFF 2025 benar-benar menjadi pesta budaya dua negara. Tercatat 104 stan ikut serta dalam festival ini, dan 42 di antaranya menampilkan kuliner Indonesia, mulai dari sate Madura, nasi padang, hingga jajanan pasar yang bikin nostalgia. 

Selain itu, ada juga stan ketenagakerjaan, remitansi, serta pertunjukan seni Indonesia-Jepang dan Klinik Angklung Ardian Sumarwan yang berhasil memikat pengunjung lewat harmoni nada bambu.

Tak ketinggalan, KBRI dan Bank Indonesia di Tokyo membuka stan layanan konsultasi seputar imigrasi, investasi, keuangan, hingga sosialisasi QRIS Cross-Border, sebagai bentuk dukungan terhadap literasi ekonomi bagi masyarakat di Jepang.

Menariknya, KBRI Tokyo juga melakukan Survey Citra, untuk mengetahui bagaimana masyarakat Jepang memandang Indonesia. 

Sementara di sisi lain area festival, pengunjung terlihat antusias berfoto bersama replika Komodo, yang menjadi bagian dari promosi destinasi wisata super prioritas Tanah Air.

Musik, Tawa, dan Rendang

Suasana makin hidup dengan penampilan penyanyi Shakira Jasmine dan grup Raspati & Pia (ex Utopia) yang menghibur ribuan pengunjung. 

Di tengah lantunan musik, aroma rendang yang dimasak dalam kuali besar tak pernah hilang — seolah menjadi simbol kehangatan rumah bagi para perantau.

“Marandang Dunia” di IJFF 2025 bukan sekadar ajang mencetak rekor, melainkan perayaan rasa, budaya, dan persahabatan. 

Di kuali besar itu, 200 kilogram daging bukan hanya dimasak dengan santan dan rempah, tapi juga dengan cinta, kenangan, dan semangat gotong royong yang membuat siapa pun, bahkan di tengah Tokyo bisa merasa seperti di kampung halaman.(Antara)

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!