ID EN

Jakarta Gymnastics 2025 Resmi Bergulir: Panggung Dunia dengan Bayang-bayang Isu Israel

Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:35

Penulis: Arif S

Ketua umum Federasi Gymnastik Indonesia, Ita Juliati
Ketua umum Federasi Gymnastik Indonesia, Ita Juliati.
Sumber: Antara/Rauf Adipati

Jakarta menorehkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, Kejuaraan Dunia Senam Artistik (Artistic Gymnastics World Championship) digelar di Asia Tenggara. Bertempat di Indonesia Arena, Minggu 19 Oktober 2025, ajang bergengsi bertajuk Jakarta Gymnastics 2025 ini menjadi momentum besar bagi olahraga senam Tanah Air.

Namun di balik semarak panggung dunia itu, atmosfer kejuaraan sempat diwarnai penolakan pemerintah Indonesia untuk memberikan visa bagi atlet Israel. Meski begitu, pesta olahraga ini tetap dibuka dengan penuh semangat dan pesan perdamaian.

Jakarta Dianggap Kota Ideal

Presiden Federasi Gimnastik Dunia (FIG), Morinari Watanabe, memuji Jakarta sebagai tuan rumah yang sempurna. Dalam sambutannya, ia menyebut Indonesia layak mendapat apresiasi karena mampu menghadirkan ajang kelas dunia di tengah dinamika global.

“Jakarta, kota yang kaya akan budaya, masyarakatnya yang hangat, dan dinamis, adalah kota yang sempurna untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia,” ujar Watanabe dalam pembukaan Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 Jakarta.

Ia juga menyanjung Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) di bawah pimpinan Ita Yuliati atas kerja kerasnya menggelar kejuaraan dengan penuh dedikasi.

“Dedikasi dan profesionalisme kalian sangat menginspirasi,” kata Watanabe.

Bagi Ita Yuliati, gelaran ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga simbol tekad Indonesia untuk menunjukkan diri di panggung olahraga dunia.

“Ini adalah asa dan mimpi Gimnastik Indonesia yang menjadi nyata, sebuah tonggak dalam perjalanan kami untuk menumbuhkan dan menggelorakan gimnastik di Indonesia secara lebih luas dan masif,” tegas Ita.

Lebih dari 400 atlet dari berbagai negara hadir, meski tidak semua delegasi bisa ikut bertanding karena urusan politik antarnegara. Ita tetap menegaskan semangat olahraga harus terus menjadi perekat di tengah perbedaan.

“Agar mereka selalu mengingat bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi dan tidak ada gerakan yang terlalu sederhana untuk tampil di panggung dunia,” katanya.

Mengenang Naufal Takdir Al Bari

Dalam suasana haru, Ita mengajak seluruh hadirin memberikan final salute untuk mendiang Naufal Takdir Al Bari atlet muda yang meninggal dunia di Penza, Rusia, pada 25 September 2025.

“Di tempat ini, pernah tumbuh sebuah harapan dari gymnast muda kami, Naufal Takdir Al Bari, yang tak sempat menggenapi mimpinya untuk tampil di kejuaraan dunia. Namun, semangat Naufal tetap hidup, menjadi bagian dari semangat kita semua,” pungkas Ita.(Antara)

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!