Di Tengah Kontroversi Penolakan Visa untuk Israel, Tim Senam Putra Indonesia Siap Kejutkan Dunia
Selasa, 21 Oktober 2025 | 11:03
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Rauf Adipati
Kejuaraan Senam Artistik Dunia 2025 di Jakarta diwarnai penolakan pemerintah Indonesia memberikan visa untuk kontingen Israel. Penolakan ini terkait sikap pemerintah Indonesia terkait konflik Israel-Palestina. Penolakan ini menimbulkan pro dan kontra, termasuk banding dari Federasi Senam Israel ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang akhirnya ditolak.
Atlet senam putra Indonesia, Joseph Judah Hatoguan, jujur mengakui persiapan tim putra menuju Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta terasa begitu singkat. Meski demikian, semangatnya tetap menyala.
“Aku kepingin (meraih prestasi). Cuma kan dalam rentang waktu satu bulan tuh, kita anak senam itu enggak bisa secepat itu. Makanya sebenarnya ada sedihnya juga,” ujar Joseph saat ditemui di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat.
BACA JUGA
Jakarta Gymnastics 2025 Resmi Bergulir: Panggung Dunia dengan Bayang-bayang Isu Israel
Ketum KOI Akan Temui IOC di Swiss Bahas Polemik Visa Atlet Israel
Daftar Lengkap Nomor yang Dipertandingkan di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta
Joseph mengatakan perubahan peraturan dalam dunia senam juga membuatnya harus beradaptasi cepat.
“Aku sebenarnya mau melakukan yang terbaik tapi tidak bisa, soalnya ada peraturan kode poin baru kan, ada peraturan senam yang baru, jadi aku tidak bisa pakai rangkaian (gerakan) yang baru. Jadi aku masih rangkaian enam bulan lalu,” katanya.
Tantangan Baru, Semangat Lama
Meski ada keterbatasan waktu dan perubahan aturan, Joseph tetap yakin tim putra Indonesia bisa tampil membanggakan di hadapan publik sendiri. Mereka akan berhadapan dengan para atlet top dunia yang datang ke Jakarta.
“Kalau untuk sekarang yang tim putra, kalau dibandingkan sama tim putri, lebih bagus tim putra yang sekarang. Kalau untuk main Kejuaraan Dunia ya,” katanya.
Namun, ia juga mengakui ada masa-masa keemasan yang sempat diwarnai kehadiran seniornya di tim putri.
“Kalau masih ada senior saya Rifda (Irfanaluthfi), itu masih bagus yang putri. Kalau untuk sekarang kayaknya… masih jauh yang putra. Bukan aku ya, sama tim putra. (Tim) senam putra pasti enggak malu-maluin,” kata Joseph.
Joseph bukanlah wajah baru di arena senam. Ia terakhir kali mencatat prestasi pada SEA Games 2023 di Kamboja, saat membawa pulang medali perunggu dari nomor senam lantai putra.
Kini, tantangan yang dihadapi jauh lebih besar: bersaing dengan para atlet terbaik dunia di tanah airnya sendiri.
Tim Garuda di Kejuaraan Dunia
Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) menurunkan delapan atlet untuk tampil di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.
Selain Joseph, ada Agung Suci Tantio Akbar, Abiyu Raffi, Muhammad Aprizal, Satria Tri Wira Yudha, Alarice Mallica Prakoso, Salsabilla Hadi Pamungkas, dan Larasati Rengganis.
Dengan waktu persiapan yang terbatas, tim senam putra Indonesia memang punya tantangan besar. Namun satu hal jelas: mereka berangkat bukan sekadar untuk tampil, tapi untuk membuktikan bahwa senam Indonesia tak pernah kehilangan semangat juang.(Antara)











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!