ID EN

Mendaki Gunung Luhur Bogor, Menikmati Hortensia Mekar hingga Puncak 1.750 Mdpl

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:17

Penulis: Rojes Saragih

Bogor – Syafira membuka episode terbaru ITSME travel series dengan mengajak penonton menjelajahi Gunung Luhur, sebuah destinasi pendakian populer yang berada di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dengan ketinggian mencapai 1.750 meter di atas permukaan laut, gunung ini menawarkan pengalaman trekking yang relatif singkat, namun tetap menyuguhkan keindahan alam yang memikat.

Perjalanan dimulai dari area basecamp yang menjadi pusat registrasi pendaki. Di kawasan ini tersedia sejumlah fasilitas pendukung seperti toilet, area istirahat, penyewaan perlengkapan pendakian, hingga penginapan bagi mereka yang ingin bermalam sebelum atau sesudah mendaki. Suasana pagi itu cukup ramai oleh aktivitas para pendaki yang bersiap memulai perjalanan menuju puncak.

Sebelum melangkah ke jalur pendakian, Syafira mengingatkan pentingnya melakukan pemanasan. Meski jalur Gunung Luhur dikenal ramah bagi Pendaki Pemula, persiapan fisik tetap diperlukan untuk mengurangi risiko cedera maupun kram otot selama perjalanan.

Tak jauh dari pintu masuk, hamparan bunga hortensia langsung menyambut para pengunjung. Bunga-bunga berwarna biru, ungu, dan merah muda itu tumbuh subur di lereng pegunungan dan menjadi salah satu daya tarik utama Gunung Luhur. Di area ini, Syafira juga sempat berbincang dengan warga setempat yang menjual bunga hortensia, sebuah usaha yang turut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar kawasan wisata.

Memasuki jalur pendakian, suasana hutan mulai mendominasi perjalanan. Trek yang dilalui cukup bervariasi, mulai dari jalan tanah, akar-akar pohon yang melintang, hingga sejumlah undakan yang dibuat rapi oleh warga setempat. Pengelolaan jalur yang baik membuat perjalanan terasa nyaman sekaligus aman bagi para pendaki.

Semakin tinggi melangkah, udara terasa semakin sejuk. Kabut perlahan turun menyelimuti lereng gunung dan pepohonan, menciptakan pemandangan yang khas sekaligus menambah suasana magis di sepanjang perjalanan. Sesekali, jalur terbuka memperlihatkan bentang alam hijau yang membentang di kejauhan.

Perjalanan kemudian membawa rombongan melewati beberapa pos pendakian. Di Pos 3, tersedia fasilitas musala dan tempat wudu yang tertata dengan baik sehingga memudahkan pendaki yang ingin beribadah. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan di banyak jalur pendakian lain.

Salah satu momen menarik terjadi ketika rombongan menemukan sumber mata air alami yang masih jernih di tengah hutan. Aliran air pegunungan itu menjadi tempat singgah bagi para pendaki untuk mengisi ulang persediaan air sekaligus menikmati kesegaran alam yang masih terjaga.

Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, papan penanda puncak akhirnya terlihat. Gunung Luhur 1.750 mdpl menjadi titik tertinggi sekaligus tujuan utama perjalanan hari itu. Meski kabut masih sesekali menutupi pandangan, suasana puncak tetap menghadirkan pengalaman yang berkesan.

Alih-alih segera turun, rombongan memilih beristirahat sejenak. Kompor portabel dikeluarkan, mie instan dan sosis mulai dimasak, sementara secangkir kopi hangat diseduh di tengah udara pegunungan yang dingin. Momen sederhana tersebut menjadi hadiah kecil setelah perjalanan yang dipenuhi tanjakan, hutan, dan hamparan hortensia yang memanjakan mata.

Bagi Syafira, pengalaman Mendaki Gunung Luhur bukan sekadar tentang mencapai ketinggian tertentu. Perjalanan ini juga menghadirkan kesempatan untuk menikmati alam dengan ritme yang lebih lambat, berinteraksi dengan masyarakat setempat, serta merasakan kebersamaan yang lahir di sepanjang jalur pendakian.

Sebelum meninggalkan puncak, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga Kelestarian Alam dengan membawa kembali seluruh sampah yang dihasilkan selama perjalanan. Pesan sederhana itu menjadi pengingat bahwa keindahan gunung hanya dapat dinikmati jika seluruh pengunjung ikut menjaganya.

Menjelang sore, perjalanan turun dilakukan dengan santai hingga kembali ke kaki gunung. Episode ditutup dengan ajakan kepada para penonton untuk membagikan rekomendasi destinasi hidden gem berikutnya yang layak dijelajahi dalam ITSMe Travel Series.