ID EN

Tim Padel Indonesia Ukir Sejarah, Tembus 8 Besar FIP Asia Cup 2025!

Senin, 20 Oktober 2025 | 12:49

Penulis: Respaty Gilang

Timnas Padel Indonesia
Tim Nasional Padel Indonesia untuk pertama kalinya, tim perempuan Indonesia menembus babak delapan besar FIP Asia Cup 2025.
Sumber: Timnas Padel Indonesia

Langit Doha jadi saksi ketika deru raket dan bola padel mengantarkan Tim Nasional Padel Indonesia menorehkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, tim perempuan Indonesia menembus babak delapan besar FIP Asia Cup 2025, sebuah pencapaian yang tak hanya membanggakan, tapi juga menandai era baru bagi olahraga padel di Tanah Air.

Bertanding di Doha, Qatar, skuad putri Garuda tampil penuh determinasi dan percaya diri sejak fase penyisihan. Dua kemenangan telak 3-0 atas Kuwait (17 Oktober) dan Bahrain (18 Oktober) membuktikan bahwa Indonesia bukan lagi sekadar peserta, tapi penantang serius di kancah Asia.

Sorak sorai pendukung Indonesia menggema di arena, bahkan Duta Besar Indonesia untuk Qatar turut hadir memberi dukungan langsung. Tak hanya di lapangan, semangat itu juga terasa dari ribuan penonton yang mengikuti pertandingan lewat siaran langsung.

Dari Mimpi Jadi Nyata

Bagi PBPI (Persatuan Besar Padel Indonesia), pencapaian ini bukan kejutan, melainkan hasil dari proses panjang.

“Target kami adalah masuk ke per delapan final dan target tersebut sudah tercapai. Semua pemain siap menghadapi segala kendala yang ada di dalam lapangan dengan sangat baik,” ujar Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita, dengan nada penuh bangga.

Kata-kata Galih terasa sebagai bentuk validasi atas kerja keras yang dilakukan selama ini. Bayangkan, padel baru mulai dikenal luas di Indonesia sekitar tiga tahun terakhir, namun kini sudah mampu menembus panggung Asia.

Keberhasilan itu bukan sekadar soal strategi di lapangan, tapi juga cerminan bagaimana padel tumbuh jadi fenomena gaya hidup baru di kalangan muda. Dari lapangan di Cipete hingga kompleks-kompleks olahraga di Bali dan Surabaya, padel kini jadi simbol pergaulan sehat, sekaligus arena baru bagi atlet muda berprestasi.

Padel: Dari Tren ke Prestasi

Kalau dulu padel dikenal hanya sebagai olahraga “sosialita”, kini situasinya berubah drastis. FIP (Federación Internacional de Pádel) mencatat peningkatan signifikan jumlah negara Asia yang aktif berpartisipasi, termasuk Indonesia yang kini mulai jadi sorotan.

Dengan gaya permainan yang menggabungkan tenis dan squash, padel menuntut kelincahan, refleks cepat, dan kekompakan tim, sesuatu yang diperlihatkan dengan sempurna oleh para pemain Indonesia di Doha.

Prestasi ini juga menandaikemajuan program pembinaan PBPI, yang dalam dua tahun terakhir terus menggelar turnamen nasional seperti Padelink, The Prime Series, dan Jakarta Padel Championship, sebagai ajang pembibitan atlet muda.

Momentum untuk Bangkit Lebih Tinggi

“PBPI berharap pencapaian tim perempuan ini menjadi inspirasi bagi generasi atlet padel berikutnya untuk terus berprestasi dan membawa nama Indonesia ke panggung dunia,” pungkas Galih.

Dan memang, apa yang terjadi di Doha bukan hanya kemenangan sebuah tim, melainkan simbol kebangkitan cabang olahraga baru di Indonesia. Dari perjuangan mereka, kita melihat semangat yang sama seperti generasi awal bulu tangkis Indonesia di tahun 1950-an tekad untuk dikenal dunia lewat olahraga.

Kini, langkah berikutnya adalah menjaga konsistensi, memperkuat infrastruktur latihan, dan memastikan padel tidak sekadar tren musiman. Jika fondasinya terus diperkuat, bukan tak mungkin lima tahun dari sekarang Indonesia akan jadi kekuatan padel terbesar di Asia Tenggara.