Soundtrack of Travel: Ketika Musik yang Menemani Setiap Kilometer
Minggu, 19 Oktober 2025 | 17:09
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Freepik
Liburan bukan hanya sekedar mencari destinasi dengan panorama indah saja, tetapi juga penting untuk bisa merasakan kenyamanan saat berada di sana. Bagi banyak anak muda sekarang, musik menjadi teman setia dan juga peta baru untuk menyusun perjalanan.
Ketika mesin mobil menyala dan perjalanan dimulai, playlist yang tepat bisa mengubah suasana. Menurut riset yang menganalisis ribuan playlist di Spotify dengan tag seperti “travel”, “vacation”, dan “road trip”, ditemukan bahwa lagu seperti Summer oleh Calvin Harris menduduki puncak pilihan dengan frekuensi tinggi muncul di playlist perjalanan.
Studi lain menunjukkan bahwa di antara playlist bertema “road trip”, lagu Africa oleh Toto masuk ke dalam lebih dari sepertiga playlist populer yang dianalisis di Spotify.
BACA JUGA
Slow Travel: Seni Menikmati Hidup yang Bikin Kamu Nggak Butuh Libur Lagi
'Slow Travel' Seni Menikmati Perjalanan di Tengah Dunia yang Bergerak Serba Cepat
Filosofi Baru Traveler Muda: Bukan Pelarian Rutinitas Tapi Ruang untuk Mencari Makna
Playlist sebagai Mood-Setter Perjalanan
Bayangkan, kamu melaju ke pantai saat matahari mulai condong ke barat, jendela terbuka, angin menyapa. Di headphone terdengar lagu yang naik turun beat-nya sesuai ritme aspal yang bergantian antara mulus dan berkelok. Yang membuat semua itu terasa magis bukan hanya pemandangan, tapi musik yang pas. Musik ini menjadi “soundtrack” perjalananmu jadi bukan hanya apa yang kamu lihat, tapi apa yang kamu rasakan.
Riset menunjukkan bahwa playlist perjalanan rata-rata berdurasi cukup panjang,satu analisis terhadap 50 playlist road-trip menemukan bahwa rata-rata playlist memiliki 206 lagu dan durasi sekitar 12 jam 45 menit. Itu artinya bukan sekadar pesta lagu satu dua, tapi soundtrack yang dirancang untuk menemani perjalanan dari titik A ke B… bahkan mungkin hingga titik Z.
Kenapa Musik dan Travel Berkolaborasi Kuat?
Pertama, karena musik menciptakan lama dan ruang dalam kepala kita. Lagu yang tepat bisa menjadikan satu titik perjalanan terasa epik.
Kedua, playlist perjalanan sering disusun dengan hati, ada fase yang di-build dari santai ke enerjik, atau sebaliknya. Dan yang ketiga, musik mendukung koneksi. Dengan musik, kita merasa terhubung ke tempat, ke perjalanan, bahkan ke diri sendiri.
Dalam penelitian terhadap lebih dari 6.000 playlist bertema “driving” atau “road trip”, ditemukan bahwa banyak lagu-lagu yang punya tempo cukup cepat (rata-rata sekitar 121 BPM) dan high energy score sekitar 0.65 dari fitur audio Spotify. Jadi bukan hanya “lagu favorit kita”, tapi lagu yang memang punya karakter untuk perjalanan.
Tips Menyusun Soundtrack Perjalanan
Mulai dengan lagu yang bikin semangat di awal perjalanan, lalu transisi ke lagu-yang lebih santai saat kamu mulai menikmati view atau berhenti waktu senja.
Sisipkan lagu lokal atau daerah sebagai “bait” personalisasi yang mengaitkan dengan tempat yang kamu kunjungi.
Buat backup offline! Data menunjukkan bahwa saat musim liburan, streaming offline naik hingga 24%.
Jangan hanya shuffle aja, tapi buat urutan yang punya narasi, pas road-trip, solo travel, atau perjalanan malam. Terakhir, catat momenmu musik dan tempat. Nanti ketika kamu dengar lagu itu lagi, seketika kamu merasa akan “di sana”.
Di mata anak muda sekarang, liburan bukan sekadar destinasi TikTok-able atau Instagramable. Ini tentang bagaimana kamu memori-kan perjalananmu lewat suara. Musik memberi latar, mood, dan ritme yang tak bisa ditangkap hanya oleh foto.
Jadi, ketika kamu bangun Sabtu pagi dan berpikir untuk pergi liburan, coba juga piker juga Lagu apa yang mau gue dengarkan sepanjang jalan. Karena memang, di era sekarang, soundtrack perjalananmu bisa jadi lebih penting daripada destinasi sendiri.










