Piala Dunia 2026: Grup D Jadi Arena Persaingan Ketat 4 Konfederasi Berbeda
Kamis, 11 Juni 2026 | 09:41
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/FIFA
Grup D Piala Dunia 2026 mempertemukan empat negara dari empat konfederasi berbeda. Selain tuan rumah Amerika Serikat dari CONCACAF, grup ini dihuni Paraguay (CONMEBOL), Australia (AFC), dan Turki (UEFA).
Keunikan tersebut menjadikan Grup D sebagai salah satu grup paling terbuka dalam turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Keempat tim memiliki latar belakang, gaya bermain, serta ambisi berbeda.
Amerika Serikat
BACA JUGA
Balogun Bersinar, Amerika Serikat Hajar Paraguay di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Pelatih Timnas Inggris Protes Posisi Fotografer, FIFA Ubah Aturan di Piala Dunia 2026
Kalahkan Korsel, Meksiko Jadi Tim Pertama Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Berstatus tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko, Amerika Serikat menjadi unggulan utama di grup ini. Bermain di hadapan publik sendiri menjadi keuntungan besar bagi skuad berjuluk The Yanks.
Namun status tuan rumah juga membawa tekanan tersendiri karena ekspektasi tinggi dari para pendukung.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ke-12 Amerika Serikat di putaran final. Prestasi terbaik mereka tercipta pada edisi perdana tahun 1930 ketika finis di posisi ketiga.
Di era modern, pencapaian terbaik mereka, menembus perempat final Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang.
Kini, tim asuhan Mauricio Pochettino mengandalkan generasi emas yang berkarier di Eropa. Christian Pulisic, Weston McKennie, Tyler Adams, Antonee Robinson, dan Folarin Balogun menjadi tumpuan utama untuk membawa tim melangkah jauh.
Paraguay
Paraguay kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen sejak 2010. Tim asuhan Gustavo Alfaro berhasil melewati kerasnya kualifikasi zona Amerika Selatan.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan kesembilan Paraguay di putaran final. Prestasi terbaik mereka, mencapai perempat final edisi 2010 di Afrika Selatan. Hingga kini, pencapaian tersebut masih menjadi tonggak terbesar sepak bola Paraguay di level dunia.
Paraguay akan mengandalkan kreativitas Miguel Almirón, talenta muda Julio Enciso, serta kepemimpinan bek tangguh Gustavo Gómez. Kombinasi pengalaman dan energi muda membuat mereka berpotensi menjadi ancaman serius bagi setiap lawan.
Australia
Australia lolos sebagai runner-up Grup C pada putaran ketiga Kualifikasi AFC dan memperpanjang tradisi tampil di Piala Dunia sejak 2006.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ketujuh Socceroos di putaran final. Prestasi terbaik mereka, mencapai babak 16 besar pada edisi 2006 dan kembali mengulang capaian tersebut di Qatar 2022.
Di bawah arahan Tony Popovic, Australia dikenal sebagai tim dengan disiplin tinggi dan sulit dikalahkan. Pengalaman Mathew Ryan di bawah mistar, kekuatan Harry Souttar di lini belakang, serta kepemimpinan Jackson Irvine di lini tengah menjadi fondasi utama permainan Socceroos.
Turki
Turki kembali merasakan atmosfer Piala Dunia setelah absen selama 24 tahun. Negara tersebut memastikan tiket ke Amerika Utara melalui jalur playoff UEFA dan membawa optimisme besar mengulang kejayaan masa lalu.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ketiga Turki di putaran final setelah sebelumnya tampil pada 1954 dan 2002. Pada edisi 2002, mereka mencatat sejarah dengan finis di posisi ketiga, sebuah pencapaian era emas sepak bola Turki.
Kini, tim yang dilatih Vincenzo Montella memiliki generasi muda menjanjikan. Sorotan utama tertuju kepada Arda Güler (Real Madrid), didukung kapten Hakan Çalhanoğlu, penyerang muda Kenan Yıldız, bek berpengalaman Merih Demiral, serta talenta muda Can Uzun.
Dengan kualitas relatif berimbang, Grup D diprediksi menjadi salah satu grup paling kompetitif di Piala Dunia 2026.
Amerika Serikat memang diunggulkan karena status tuan rumah, namun Paraguay, Australia, dan Turki memiliki kapasitas untuk menciptakan kejutan.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!