Visa Ditolak Amerika Serikat, Omar Artan Batal Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
Selasa, 9 Juni 2026 | 15:42
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak kisah menarik sebelum bola pertama bergulir. Namun, tidak semua cerita berakhir dengan bahagia. Salah satu kisah paling menyita perhatian datang dari wasit asal Somalia, Omar Artan. Ia terpaksa mengubur impiannya memimpin laga setelah akses masuknya ke Amerika Serikat ditolak.
Dengan keputusan itu, Artan gagal mencatatkan sejarah sebagai Wasit Somalia pertama yang bertugas di putaran final Piala Dunia. Padahal, kesempatan memimpin turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu menjadi pencapaian besar dalam perjalanan kariernya.
Dikutip dari The Guardian, Omar Artan batal bertugas pada Piala Dunia 2026 setelah permintaan visanya ditolak. Akibat keputusan tersebut, FIFA memastikan namanya tidak akan masuk dalam daftar perangkat pertandingan selama turnamen berlangsung.
BACA JUGA
Jerman Buru Gelar Kelima, Berharap Tuah Benua Amerika di Piala Dunia 2026
Grup B Piala Dunia 2026: Swiss Favorit, Tapi Jalan Menuju Fase Gugur Tidak Mudah
Grup C Piala Dunia 2026: Brasil Favorit, Haiti Jadi Kuda Hitam Pemburu Sejarah
Kasus ini memicu perhatian karena menyangkut salah satu ajang olahraga terbesar di dunia. Banyak pihak mempertanyakan apakah FIFA dapat membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
Namun, badan Sepak Bola Dunia itu menegaskan mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi proses imigrasi negara tuan rumah.
FIFA menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab atas situasi tersebut kepada pemerintah Amerika Serikat sebagai negara penyelenggara utama turnamen.
Sementara itu, Sky Sports melaporkan pengajuan visa Omar Artan ditolak ketika tiba di Bandara Internasional Miami.
"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk penentuan visa, dan telah diberitahu oleh pihak berwenang bahwa status Bapak Artan tidak akan diubah untuk saat ini," ujar sumber tersebut.
"Sesuai dengan acara FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa dan siapa yang diizinkan masuk ke negara mereka," masih dalam pernyataan sumber FIFA.
Keputusan tersebut menjadi pukulan berat bagi Artan. Setelah ditolak masuk, ia harus kembali terbang ke Istanbul, Turki. Padahal, menurut laporan yang beredar, Artan meyakini dirinya telah memiliki visa untuk bekerja selama Piala Dunia.
Situasi ini menjadi semakin kompleks karena Somalia termasuk salah satu negara yang masuk dalam daftar pembatasan perjalanan Amerika Serikat. Meski demikian, Artan tetap berharap dokumen yang dimilikinya cukup untuk memenuhi syarat sebagai ofisial FIFA.
Pihak Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat memberikan penjelasan terkait kasus tersebut. Seorang juru bicara menyebut Artan menjalani "pemeriksaan tambahan" setibanya di Amerika Serikat.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menentukan apakah dirinya memenuhi syarat untuk memasuki wilayah Amerika Serikat atau tidak. Setelah proses berlangsung, otoritas imigrasi memutuskan Artan tidak mendapatkan izin masuk.
Bagi dunia sepak bola Somalia, keputusan ini terasa sangat mengecewakan. Omar Artan sebelumnya dipandang sebagai simbol kemajuan sepak bola negara tersebut di level internasional.
Impian Artan harus tertunda. Piala Dunia 2026 tetap akan berlangsung dengan perangkat pertandingan pilihan FIFA, tetapi tanpa kehadiran sosok yang hampir menciptakan sejarah bagi negara.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!