ID EN

4 Negara Siap Jegal Misi Lionel Messi Menangi Gelar Piala Dunia Beruntun

Rabu, 3 Juni 2026 | 11:30

Penulis: Arif S

Lionel Messi
Aksi Lionel Messi saat Timnas Argentina melawan Anggola dalam laga uji coba di Estadio 11 de Novembro, Talatona.
Sumber: X.com/Argentina

Menjuarai Piala Dunia menjadi pencapaian tertinggi dalam sepak bola. Namun mempertahankannya adalah tantangan yang jauh lebih sulit. Misi itu kini berada di hadapan Lionel Messi dan Argentina di Piala Dunia 2026 Amerika Utara.

La Albiceleste datang dengan status juara bertahan Piala Dunia, pemenang dua edisi Copa America secara beruntun, dan mendominasi sepanjang kualifikasi zona Amerika Selatan. 

Tim asuhan Lionel Scaloni mengoleksi 38 poin, mencetak 31 gol, dan hanya kebobolan 10 kali.

Di usia 38 tahun, Messi masih menjadi sosok sentral. Kapten Argentina itu mengakhiri kualifikasi sebagai pencetak gol terbanyak tim dengan delapan gol meski sempat absen dalam beberapa pertandingan.

Namun sejarah menunjukkan, mempertahankan gelar juara dunia merupakan tugas yang hampir mustahil. 

Sejak Brasil sukses mempertahankan trofi pada 1962, tidak ada satu pun negara yang mampu mengulang pencapaian Tim Samba. 

Dalam sejarah Piala Dunia, hanya Italia dan Brasil yang pernah menjuarai turnamen secara beruntun.

Fakta itu menjadi tantangan tersendiri bagi Argentina di Piala Dunia 2026. Messi bukan hanya mengejar trofi tambahan, tetapi juga kesempatan masuk ke kelompok paling eksklusif dalam sejarah Sepak Bola Dunia.

Meski datang sebagai favorit, jalan Argentina dipastikan tidak akan mudah. Dikutip dari Marca, setidaknya ada empat negara yang memiliki kapasitas untuk menghentikan dominasi sang juara bertahan.

Spanyol Ancaman Terbesar

Spanyol menjadi salah satu ancaman terbesar. Juara Euro 2024 itu semakin matang di bawah arahan Luis de la Fuente

Perpaduan pemain berpengalaman dengan talenta muda menjadikan La Roja sebagai tim masa kini sekaligus masa depan Sepak Bola Eropa.

Sorotan utama tertuju pada Lamine Yamal. Di usia 18 tahun, ia telah berkembang menjadi salah satu bintang dunia. 

Talentanya diharapkan akan membawa Spanyol kembali ke puncak seperti saat menjuarai Piala Dunia 2010.

Dendam Lama Prancis

Selain Spanyol, Prancis masih menyimpan luka dari final Piala Dunia 2022. Kekalahan dramatis di Qatar memberi Les Bleus motivasi ekstra jika kembali bertemu Argentina.

Didier Deschamps masih memimpin tim, sementara Kylian Mbappe tetap menjadi ujung tombak salah satu skuad paling bertalenta di dunia. 

Dengan kombinasi kualitas, pengalaman, dan ambisi balas dendam, Prancis bisa menjadi lawan sangat berbahaya.

Misi Brasil Kembalikan Kehormatan

Brasil datang dengan cerita besar. Lebih dari dua dekade tanpa gelar Piala Dunia membuat tekanan terhadap Selecao semakin besar. Untuk mengakhiri penantian panjang, federasi menunjuk Carlo Ancelotti sebagai pelatih.

Dengan Vinicius Junior sebagai pemimpin generasi baru dan kedalaman skuad, Brasil diyakini memiliki semua persyaratan untuk kembali menjadi kekuatan dominan sekaligus pesaing utama Argentina.

Penantian Panjang Inggris

Inggris masih berusaha mengakhiri penantian gelar dunia sejak 1966. Kehadiran Thomas Tuchel membawa optimisme baru bagi Three Lions yang masih diperkuat Harry Kane dan sederet pemain elite dari Liga Inggris.

Kegagalan di final Euro 2024 meninggalkan keyakinan, Inggris hanya membutuhkan satu langkah lagi untuk mencapai kejayaan yang mereka dambakan.

Di atas kertas, Argentina memiliki alasan kuat untuk percaya diri. Sebagian besar pemain yang menjuarai Piala Dunia 2022 masih menjadi bagian dari skuad. Stabilitas tim dan pengalaman di pentas tertinggi menjadi modal berharga.

Namun Piala Dunia kerap menghadirkan cerita baru. Status juara bertahan tidak menjamin apa pun ketika peluit pertandingan dibunyikan.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!