ID EN

Kinerja Solid, GOLF Tebar Dividen Rp10,36 Miliar dan Perluas Ekosistem Golf-Tourism

Selasa, 2 Juni 2026 | 21:50

Penulis: Rojes Saragih

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan & Public Expose PT Intra GolfLink Resorts Tbk
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan & Public Expose PT Intra GolfLink Resorts Tbk, Jakarta, 2/6/2026
Sumber: ITSME

Jakarta - Berpijak pada catatan fundamental yang solid, PT Intra Golflink Resorts Tbk (IDX: GOLF) sukses menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 di Mangkuluhur City Office Tower One, Jakarta, 2 Juni 2026. Rapat yang dilanjutkan dengan Public Expose (Pubex) ini secara resmi mengukuhkan arah strategis perseroan dalam memperluas ekosistem Pariwisata Golf dan properti terintegrasi di Bali, Sentul, dan Belitung.

Penetapan Laba Bersih dan Serapan IPO

Pemegang saham memberikan persetujuan penuh terhadap penggunaan laba bersih yang diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk tahun buku 2025 sebesar Rp51.809.424.238. Dari total tersebut, 20% atau Rp10.361.884.848 ditetapkan sebagai Dividen tunai proporsional. Sebanyak 30% (Rp15.542.827.271) disisihkan untuk cadangan wajib, dan sisa 50% (Rp25.904.712.119) dialokasikan sebagai modal internal mendanai ekspansi proyek. Direksi kini memegang wewenang penuh atas tata cara dan jadwal pembagian dividen tersebut.

Terkait Penawaran Umum Perdana (IPO), dari nilai bersih terkumpul Rp371.277.680.001, GOLF mencatatkan realisasi riil sebesar Rp211.883.866.099. Rinciannya, Rp152.253.670.876 terserap untuk Belanja Modal (Capex) dan Rp59.630.195.223 untuk Modal Kerja. Sisa dana sebesar Rp159.393.813.902 saat ini ditempatkan secara akuntabel oleh manajemen.

Rekapitulasi Kinerja FY25 & 1Q26

Fundamental keuangan GOLF terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan bersih Rp215,5 miliar (naik 8,9% YoY). Pertumbuhan ini dimotori oleh segmen golf, khususnya New Kuta Golf Bali yang melesat 95,9% YoY menjadi Rp182,3 miliar, serta pengakuan pendapatan real estate Rp68,4 miliar dari serah terima The Links Golf Villa Cluster 1 dan Sequoia Hills Sentul. Laba bersih tetap terjaga di angka Rp51,8 miliar.

Momentum ini berlanjut pada 1Q26, di mana pendapatan bersih tercatat Rp28,82 miliar (naik 1,31% YoY). Strategi efisiensi sukses menekan beban umum dan administrasi sebesar 8,71% YoY menjadi Rp11,15 miliar. Imbasnya, laba usaha melonjak tajam 146,16% YoY menjadi Rp3,18 miliar, dan laba bersih naik 20,60% YoY menjadi Rp1,60 miliar.

Hole 17 'Dewa’s Landing': Hole Ikonik di New Kuta Golf, Bali
Hole 17 'Dewa’s Landing': Hole Ikonik di new kuta golf, Bali
Sumber: ITSME

Target & Outlook 2026: Ekspansi Agresif di Tiga Wilayah

Menatap sisa tahun 2026, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan di atas 10% dengan margin laba bersih di atas 20%. Kombinasi strategi pendapatan berulang (recurring revenue) dan ekspansi real estate premium menjadi andalan, dengan rincian fokus sebagai berikut:

Bali: GOLF mempercepat penggarapan Banyan Tree Pecatu Resorts sebagai proyek unggulan berskala Asia Pasifik. Untuk merealisasikan integrasi ini, sisa anggaran belanja modal (capex) 2025 sekitar 30%–40% dari total Rp323 miliar dialihkan ke 2026. Fokus pembangunan mencakup event venue berkapasitas 100 orang dan new clubhouse di atas area ikonik Hole 17 "Dewa's Landing". Bersamaan dengan itu, perseroan terus mengejar proses serah terima sisa unit properti Cluster 1 senilai Rp110 miliar agar dapat diakui sebagai pendapatan tahun berjalan.

Sentul: Kelancaran arus kas segmen properti dijaga melalui konsistensi kelanjutan serah terima proyek Sequoia Hills, yang merupakan kerja sama operasi (KSO) dengan Trinitiland.

Belitung: Black Rocks Golf & Leisure dikembangkan intensif sebagai kutub pertumbuhan baru. Perseroan meluncurkan sarana rekreasi Laskar Pelangi Beach Food Plaza dan Black Rocks Camping Ground, didukung oleh kehadiran The Links Golf Villa Belitung sebagai sumber pendapatan hunian Golf Premium.

okasi Banyan Tree Pecatu Resorts yang Menghadap Laut di Bali
Lokasi Banyan Tree Pecatu Resorts yang Menghadap Laut di Bali
Sumber: ITSME

Visi Manajemen dan Nilai Jangka Panjang

Komisaris Utama GOLF, Darma Mangkuluhur Hutomo, menegaskan visi perseroan untuk menciptakan ekosistem golf-tourism terintegrasi. "Portofolio kami di Bali, Sentul, dan Belitung, didukung kehadiran Banyan Tree Pecatu Resorts, akan mengukuhkan posisi perseroan sebagai destinasi berskala global sekaligus menciptakan nilai investasi jangka panjang yang optimal," ujarnya.

Direktur Utama GOLF, Dwi Febri Astuti, menambahkan bahwa fokus ke depan adalah akselerasi. "Efisiensi dan disiplin biaya telah menghasilkan kinerja operasional yang solid. Ke depan, fokus kami adalah mengakselerasi penyelesaian proyek strategis dan memaksimalkan pendapatan fasilitas komersial baru."

Melalui realisasi kinerja keuangan dan langkah ekspansi kawasan, PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) mengonfirmasi transisi bisnis perseroan dari pengelola Lapangan Golf menjadi pengembang kawasan Pariwisata terintegrasi.

Disiplin efisiensi operasional, penyerapan dana IPO yang terukur, serta integrasi properti komersial dengan resor berskala global merefleksikan fokus manajemen pada fundamental jangka panjang.

Dengan memperkuat basis recurring revenue, GOLF kini memposisikan diri sebagai pemain strategis di sektor pariwisata dan real estate dengan proyeksi stabilitas investasi bagi pemegang saham.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!