Padel vs. Pickleball, Mana yang Lebih Populer?
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 09:38
Penulis: Pudila

Sumber: Pixabay
Sekilas, padel dan pickleball seperti saudara kembar yang dibesarkan di lingkungan berbeda.
Padel dengan dinding kacanya lahir dari halaman rumah bangsawan Meksiko, tetapi besar di tangan orang Spanyol yang menjadikannya chic dan sosialita. Pickleball? Versi santainya. Lahir di Amerika dari tiga ayah yang cuma ingin anak-anaknya main bareng di musim panas.
Keduanya punya satu kesamaan, yaitu sama-sama membuat olahraga terasa dekat, tanpa tekanan, tanpa formalitas.
Padel: Antara Gaya Hidup dan Status
Padel sedang jadi the next big thing di Asia dan Eropa. Lapangannya eksklusif, suasananya glamor. Bermain padel sering berarti masuk ke lingkaran sosial tertentu, di mana olahraga bertemu dengan lifestyle statement.
Di Indonesia sendiri, padel mulai menggoda banyak pemain tenis dan pekerja muda kota besar.
Pickleball: Dari Halaman ke Komunitas
Pickleball bergerak di jalur berbeda. Ia tumbuh cepat di Amerika Serikat sebagai olahraga komunitas, bukan eksklusif. Di Indonesia, lapangan pickleball mulai bermunculan di taman, hotel, hingga ruang publik.
Sensasinya sederhana, kecepatan moderat, aturan mudah, dan interaksi sosial yang tinggi.
Kalau padel adalah lifestyle show, pickleball adalah community flow, cair, terbuka, dan penuh tawa.
Jadi, siapa yang lebih populer?
Di dunia, pickleball masih unggul jumlah pemainnya, tetapi padel lebih cepat naik daun di segmen “urban prestige sport”. Sederhananya, pickleball memenangi hati, padel memenangi sorotan.
Dan keduanya, diam-diam, sedang mengubah cara orang memaknai olahraga, bukan lagi sekadar aktivitas, tapi bagian dari gaya hidup.










