Dipecat PSSI, Patrick Kluivert Bukan Pelatih Tersingkat di Kursi Panas Timnas Indonesia
Jumat, 17 Oktober 2025 | 15:00
Penulis: Arif S

Sumber: PSSI
Di balik sorotan publik terhadap Timnas Indonesia, ada kisah unik tentang para pelatih yang hanya singgah sekejap di kursi panas kepelatihan. Tekanan tinggi, ekspektasi publik, dan hasil yang tidak sesuai harapan membuat jabatan pelatih Timnas sering kali seperti “kursi listrik”. Patrick Kluivert resmi masuk dalam daftar pelatih tersingkat dalam sejarah Timnas Indonesia.
Kegagalan membawa Indonesia ke Piala Dunia 2026 menjadi akhir perjalanan Kluivert. Kekalahan dari Arab Saudi dan Irak menjadi pemicu keputusan besar dari federasi.
Lima hari setelah timnas kalah dari Irak, PSSI resmi memberhentikan Kluivert. Apakah Kluivert pelatih tersingkat di timnas?
BACA JUGA
Jadwal Padat Menanti, Ujian Awal John Herdman Bersama Timnas Indonesia
Pernah Dihubungi PSSI, Timur Kapadze Jadi Kandidat Kuat Pelatih Timnas Indonesia?
Usai Kluivert Angkat Koper dari Timnas Indonesia, Rapat Penentu Pelatih Baru Digelar Hari Ini
Berikut deretan pelatih timnas dengan masa jabatan paling singkat menurut data Transfermarkt:
1. Yeyen Tumena (2019) - 46 Hari
Yeyen Tumena ditunjuk sebagai pelatih interim timnas pada 15 November 2019 - 31 Desember 2019. Ia menggantikan Simon McMenemy yang dipecat.
Selama 46 hari menjabat pelatih, Yeyen hanya memimpin satu laga dengan hasil pahit. Tim asuhan Yeyan takluk 0-2 dari Malaysia.
2. Erents Mangindaan (1970) - 61 Hari
Erents Mangindaan mengambil alih kursi kepelatihan timnas dari 1 Juli sampai 31 Agustus 1970. Selama 61 hari, ia hanya memimpin dua laga yang berakhir dengan kekalahan dari Korea Selatan.
3. Bima Sakti (2018) - 70 Hari
Bima Sakti dipercaya memimpin Timnas di Piala AFF 2018. Namun Indonesia gagal lolos dari fase grup. Dengan hasil itu, Bima hanya bertugas 70 hari sejak 22 Oktober 2018 - 31 Desember 2019.
4. Jamiat Dalhar (1972) - 89 Hari
Jamiat Dalhar hanya memimpin pada 1 Februari 1972 - 30 April 1972. Selama 89 hari, ia hanya menjalani satu laga, yang berakhir kekalahan 0-1 dari Israel.
5. Benny Dollo (2015)
Benny Dollo kembali menangani timnas pada 1 Februari - 8 Mei 2015. Selama masa jabatannya sebagai pelatih, Ia hanya menjalani dua laga dengan hasil menang atas Myanmar dan kalah dari Kamerun.
6. Alfred Riedl (2016)
Alfred Riedl adalah sosok yang akrab dengan suporter. Ia memimpin Indonesia di Piala AFF 2016.
Selama 108 hari bertugas (1 September – 18 Desember 2016), Riedl memimpin 11 laga dan membawa Indonesia menjadi runner-up AFF 2016.
7. Ivan Toplak (1993)
Pelatih asal Yugoslavia ini menjabat dari 1 Februari - 1 Juli 1993. Selama masa tugasnya, ia hanya memainkan tiga laga, yang semuanya berujung kekalahan, masing-masing menang dari Ghana dan dua kali dari Singapura.
8. Suwardi Arland (1973)
Pada 1973, Suwardi Arland memimpin selama 180 hari. Ia memainkan empat laga, dengan hasil sekali menang dan tiga kali tumbang.
9. Jacksen F. Tiago (2013)
Pelatih asal Brasil ini sempat menjajal melatih timnas pada 31 Maret - 8 Desember 2013 (252 hari), Ia memainkan enam laga dengan hasil 2 menang, 1 imbang dan 3 kalah.
10. Patrick Kluivert (2025) – 281 Hari
Nama besar Eropa tak menjamin sukses sebagai pelatih timnas Indonesia. Ditunjuk 8 Januari 2025, Kluivert dipecat 16 Oktober 2025 atau menjabat selama 281 hari. Di Bawah kendalinya, Indonesia mencatat tiga kemenangan, satu imbang, dan empat kekalahan.
Daftar ini menunjukkan betapa tidak mudahnya menjadi pelatih timnas Indonesia. Tekanan tinggi dan tuntutan prestasi membuat jabatan pelatih timnas sangat rentan. Dari era 1970-an - 2025, sejarah pemecatan terus berulang.***










