Pernah Dihubungi PSSI, Timur Kapadze Jadi Kandidat Kuat Pelatih Timnas Indonesia?
Jumat, 21 November 2025 | 22:19
Penulis: Arif S

Sumber: Arsip - Mantan Pelatih timnas Uzbekistan Timur. (ANTARA/RAUF ADIPATI)
Mantan pelatih timnas Uzbekistan, Timur Kapadze, akhirnya buka suara soal hubungannya dengan PSSI. Dalam kunjungannya ke Jakarta, Jumat 21 November 2024, pelatih berusia 44 tahun itu mengakui pernah dikontak PSSI untuk membahas kemungkinan menukangi timnas Indonesia.
Kapadze mengatakan komunikasi itu datang langsung dari Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, namun belum sampai pada tahap penawaran serius.
"Jadi, memang pernah ada kontak dengan federasi, saya berbicara dengan Sumardji. Tapi, tidak konkret. Pertanyaannya itu apakah ada keinginan. Jadi, saya langsung mengatakan ada rencana kunjungan (ke Indonesia). Setelah kunjungan, bisa dibahas," ungkap Kapadze usai Salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat.
BACA JUGA
Analisis Ropan: Aturan 7-9-11 PICU Peningkatan Kualitas Liga Super Indonesia
Profil dan Prestasi John Herdman, Sang Pelatih Timnas Indonesia Baru
Misi Piala Dunia 2030: Mampukah John Herdman Mengulang Keajaiban Kanada di Indonesia?
Nama Kapadze Mencuat Gantikan Kluivert
Karier Kapadze menjadi sorotan publik sepakbola Indonesia setelah posisi pelatih kepala tim Garuda kosong sejak kepergian Patrick Kluivert bulan lalu.
Kluivert dilepas setelah gagal membawa Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026 yang membuat federasi bergerak mencari arsitek baru.
Di tengah pencarian itu, Kapadze muncul sebagai salah satu nama paling mencolok karena rekam jejaknya bersama Uzbekistan.
Rekam Jejak Impresif di Uzbekistan
Kapadze membawa Uzbekistan tampil kuat di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia kemudian melanjutkan momentum itu dengan mengantar tim Serigala Putih menjuarai CAFA Nations Cup, menekuk Iran 1-0 pada partai final September lalu.
Namun kisah sukses itu tak berlanjut. Federasi sepak bola Uzbekistan memutuskan menunjuk pelatih asal Italia, Fabio Cannavaro, sebagai nakhoda baru untuk putaran final Piala Dunia 2026.
Kedatangan Cannavaro membuat Kapadze digeser menjadi asisten pelatih. Peran itu hanya dijalaninya selama dua pertandingan sebelum ia memutuskan hengkang pada 10 November.
Kapadze Tegaskan Tak Mau Jadi Asisten
Pelatih berdarah Georgia itu secara terbuka menjelaskan alasan kepergiannya. Ia tidak ingin melanjutkan peran sebagai asisten dan lebih memilih tetap menjadi pelatih kepala.
"Mereka mengajukan Fabio Cannavaro. Hal itu karena dia punya pengalaman, pernah juara lagi (sebagai pemain pada Piala Dunia 2006). Saya diminta menjadi pendamping atau asisten tim saat itu," kata Kapadze.
"Tapi, keputusan untuk pergi datang dari saya sendiri. Saya tidak mau menjadi asisten, lebih baik melanjutkan karier sebagai pelatih di tim lain. Tapi, keputusannya itu rasional. Saya juga mendukung. Namun, saya tidak ingin menerima peran baru," tutupnya.
Pintu untuk Melatih Timnas Indonesia Masih Terbuka?
Dengan statusnya yang kini sedang bebas kontrak, Kapadze menjadi salah satu opsi menarik bagi PSSI.
Meski komunikasi sebelumnya belum konkret, pernyataannya membuka peluang pembicaraan lanjutan setelah kunjungan ini.
Bila negosiasi berlanjut, Kapadze dapat menjadi kandidat kuat mengisi kursi pelatih yang kosong, sebuah posisi yang kini jadi perhatian utama sepakbola nasional.***










