Tak Disangka, Desa di NTT Ini Punya 7 Surga Alam Sekaligus
Jumat, 17 Oktober 2025 | 14:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Gecio Viana
Di balik hijaunya perbukitan Manggarai Barat, Desa Wisata Wae Lolos perlahan menjadi bintang baru pariwisata daratan Labuan Bajo. Jalan berkelok sejauh 32 kilometer dari pusat kota membawa wisatawan menuju desa yang menawarkan kombinasi atraksi alam, budaya, dan keramahan masyarakat lokal.
Tahun 2025 menjadi bukti, pesona desa ini kian tak terbantahkan.
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cunca Plias mencatat lonjakan besar kunjungan wisatawan. Dalam periode Januari–September 2025 saja, sebanyak 11.081 wisatawan menginjakkan kaki di berbagai spot wisata desa ini.
BACA JUGA
Jalur Pelayaran Kapal Wisata Labuan Bajo Ditutup Sementara, Ini Penyebabnya
Cuaca Ekstrem, Pelayaran Wisata Labuan Bajo Ditutup Sementara
Awal 2026, 1 Juta Turis Asing Masuk Indonesia, Traveling Makin Bergairah
"Jumlah kunjungan wisatawan ini mengalami peningkatan dan mencetak rekor tertinggi sejak Pokdarwis Cunca Plias dideklarasikan pada Juni 2023 lalu," ujar Ketua Pokdarwis Cunca Plias Robert Perkasa dihubungi di Labuan Bajo, Selasa malam.
Dari total kunjungan tersebut, wisatawan mancanegara mendominasi dengan 7.182 orang atau 64,81 persen. Sementara wisatawan nusantara mencapai 3.899 orang atau 35,18 persen. Angka ini bahkan melampaui periode yang sama tahun 2024 dengan 11.015 wisatawan.
Robert memaparkan lonjakan terbesar terjadi pada Juli–September 2025, saat 5.187 wisatawan mancanegara dan 1.334 wisatawan lokal datang menikmati pesona Wae Lolos.
Sebelumnya, pada Januari–Juni 2025, desa ini sudah dikunjungi 5.765 wisatawan, terdiri dari 3.200 wisatawan mancanegara dan 2.565 wisatawan nusantara.
"Sementara itu pada Januari-Juni 2025 kunjungan wisatawan mencapai 5.765 orang, yakni wisatawan mancanegara 3.200 orang dan wisatawan nusantara 2.565 orang," ungkapnya.
Dengan tren yang terus menanjak, Robert optimistis akhir tahun 2025 akan menjadi pencapaian baru.
Robert mengaku optimistis jumlah kunjungan ke Desa Wisata Wae Lolos akan meningkat tahun 2025 ini, sebab desa wisata yang tidak jauh dari Kota Labuan Bajo itu semakin digemari wisatawan karena atraksi alam dan budaya setempat. Dari Eropa hingga Asia, ragam wisatawan datang bergantian.
"Wisatawan dari Eropa, seperti Prancis, Belanda, Jerman, Spanyol, Italia, Inggris, Swiss mendominasi kunjungan selama dua tahun ini, akan tetapi jumlah turis Asia seperti Malaysia, China, Jepang dan Taiwan mengalami peningkatan pada bulan Juli-September 2025 ini," katanya.
Daya tarik desa ini bukan sekadar air terjun atau udara sejuk pedesaan. Ada kearifan lokal, kuliner tradisional, dan kehidupan budaya Manggarai yang masih terjaga. Hal itu juga diakui Pemerintah Daerah.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat Stefan Jemsifori mengatakan Desa Wisata Wae Lolos memiliki potensi atraksi alam air terjun dan atraksi budaya serta kuliner lokal yang dapat menjadi alternatif wisata di wilayah daratan.
"Jadi wisata di destinasi super prioritas (DSP) Labuan Bajo bukan hanya di kawasan Taman Nasional Komodo tapi juga di desa sekitar Labuan Bajo," katanya.
Wae Lolos menghadirkan tujuh destinasi alam yang menjadi magnet utama wisatawan. Air terjun Cunca Plias Satu dan Dua menyuguhkan kesegaran khas pegunungan. Air Terjun Tiwu Galong dan Cunca Ri’i menawarkan panorama eksotis. Sementara Kolam di Atas Awan menjadi spot favorit karena sensasi berenang di ketinggian dengan pemandangan hamparan kabut pagi.
Desa Wisata Wae Lolos tidak hanya menghadirkan kebudayaan khas Manggarai dan kearifan masyarakat lokal, namun memiliki tujuh destinasi wisata alam yang ramai dikunjungi. Desa wisata ini berjarak 32 km dari Kota Labuan Bajo.
Sebanyak tujuh spot wisata alam di Desa Wisata Wae Lolos yakni Air Terjun Cunca Plias Satu, Air Terjun Cunca Plias Dua, Air Terjun Tiwu Galong, Kolam di Atas Awan dan Air Terjun Cunca Ri'i.
Dengan perpaduan alam, budaya, dan akses yang semakin mudah, Wae Lolos tidak lagi sekadar alternatif dari Labuan Bajo—ia mulai menjadi tujuan utama.(Antara)










